450 KK Kedungringin Mulai Kekurangan Air

Arif Fakhrian Khalim • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 21:55 WIB
ANTRE: Warga Desa Kedungringin Kecamatan Tunjungan menunggu giliran droping air bersih didepan rumah masing-masing.
ANTRE: Warga Desa Kedungringin Kecamatan Tunjungan menunggu giliran droping air bersih didepan rumah masing-masing.

BLORA - Sebanyak 450 keluarga di Desa Kedungringin Kecamatan Tunjungan mulai mengalami kesulitan air bersih. Kemarau panjang dan sumur yang mengering menjadi penyebab utama.

Fitri salah satu warga Desa Kedungringin mengaku mulai kesulitan mendapat air bersih sudah sekitar satu bulan. Sumur di rumahnya juga mengering dan harus mengambil air di sumur warga dengan menggunakan motor.

“Sudah sebulanan desa kekeringan, sumur beberapa warga juga tidak muncul air. Kalau desa sini pas kemarau ya selalu kekurangan air bersih,” ungkapnya.

Ia juga biasa mengambil air di masjid, dan sumur-sumur warga. Antre dengan warga lain yang dirumahnya juga kekurangan air bersih.

“Kalau ada bantuan air bersih gini ya senang, nggak perlu antre panjang. Alhamdulillah sangat membantu dan nggak capek-capek,” ucapnya.

Temuhari warga Desa Kedungringin juga mengaku sudah mengambil air di balai desa dan masjid sudah kehabisan. Kadang juga sudah tidak muncul air di dua tempat itu.

“Kalau ngambil di masjid atau balai desa tidak antre. Biasanya warga ada yang ambil siang, sore sama malam,” ujarnya.

Kepala Desa Kedungringin Hadi menyampaikan ucapan terima kasih pada kelompok Garda Aji Soko Blora yang sudah mengirimkan bantuan air bersih pada warga yang membutuhkan. Sudah dua bulan warga desa melaporkan kekurangan air bersih.

“Di Desa Kedungringin ada 450 KK, keseluruhan sumur-sumur warga sudah mengering. Rata-rata sumur warga itu tipe sumur tadah hujan, karena tidak ada hujan ya sumur mulai mengering,” ucapnya.

Pihaknya mengaku, kebutuhan air di Desa Kedungringin itu rata-rata untuk kebutuhan rumah tangga. Air sudah jadi kebutuhan penting, sehingga banyak warga yang harus mengambil air di sumur yang ada di tengah sawah dan bahkan ada yang mengambil air di desa tetangga.

“Kebetulan di Desa Kedungringin ini daerah yang tidak dialiri embung, jadi warga biasanya ada yang beli air juga. Ada bantuan dari kelompok Aji Soko Blora ini meringankan beban warga yang kurang mampu untuk membeli air,” tuturnya.

Hadi juga sudah menyiapkan dana desa untuk membeli air jika banyak dari warganya membutuhkan air bersih. Sementara untuk membeli air bersih satu tangki dengan volume 5.000 liter itu di harga Rp 150 ribu.

“Sudah kami siapkan dana bencana, ditambah kami juga sudah melaporkan kekeringan ini ke pihak kecamatan dan kabupaten,” tutupnya. (ari)

Editor : Eko Santoso
blora