Bikin Repot! Kepala SPPG Muraharjo Blora Mendadak Menghilang dan Tak Bisa Dihubungi, Operasional Dapur MBG Terhenti

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:29 WIB
SEPI: Dapur SPPG Muraharjo, Kecamatan Kunduran tampak lengang. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
SEPI: Dapur SPPG Muraharjo, Kecamatan Kunduran tampak lengang. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA – Kegiatan operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muraharjo, Kecamatan Kunduran, untuk sementara waktu dihentikan.

Penghentian dilakukan setelah Kepala SPPG, M. Abdul Toha, mengundurkan diri dan meninggalkan lokasi, sehingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat ikut terhenti.

Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kunduran, Afif Ma'ruf, mengatakan operasional dapur dihentikan mulai sehari setelah Abdul Toha tidak lagi berada di lokasi.

Menurutnya, posisi kepala SPPG memiliki peran penting dalam menjalankan seluruh aktivitas dapur sehingga operasional belum dapat dilanjutkan sebelum ada pengganti.

Afif menjelaskan, Abdul Toha mengirimkan surat pengunduran diri kepada Koordinator Wilayah (Korwil) pada 13 Juli 2026.

Namun, setelah surat tersebut dikirim, ia langsung meninggalkan dapur tanpa melakukan proses serah terima jabatan maupun memberikan pemberitahuan kepada Korcam, mitra kerja, ataupun yayasan pengelola.

"Kami sudah melaporkan kondisi ini kepada KPPG Semarang sekaligus mengajukan permohonan penggantian kepala SPPG. Saat ini kami menunggu penetapan dari Badan Gizi Nasional (BGN)," ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan anggaran dalam pengelolaan program MBG.

Menurutnya, seluruh pencairan dana menggunakan sistem pengawasan berlapis sehingga transaksi hanya dapat dilakukan apabila memperoleh persetujuan dari dua pihak yang berwenang.

Dengan mekanisme tersebut, dana operasional dipastikan tetap aman.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG, Artika Diannita, membenarkan telah menerima surat pengunduran diri dari Abdul Toha.

Tidak lama setelah surat diterima, yang bersangkutan diketahui telah meninggalkan lokasi dan hingga kini belum dapat dihubungi.

Berdasarkan isi surat tersebut, Abdul Toha mengundurkan diri karena alasan keluarga, yakni untuk mendampingi orang tuanya yang berada di Jambi.

Artika mengaku sempat berupaya menemui Abdul Toha guna meminta penjelasan secara langsung terkait keputusan tersebut.

Namun saat hendak datang ke dapur, yang bersangkutan sudah lebih dahulu pergi.

Hingga kini, pihak Korwil, Korcam, maupun yayasan pengelola masih belum berhasil menjalin komunikasi dengannya.

Menurut Artika, selama Abdul Toha memimpin SPPG Muraharjo, operasional dapur berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan dalam proses produksi maupun distribusi makanan.

Tidak ada pula laporan keluhan dari sekolah maupun para penerima manfaat.

Karena itu, pengunduran diri yang dilakukan secara mendadak cukup mengejutkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG. (tos)

Editor : Ali Mustofa
distribusi makanan dapur program mbg operasiaonal dapur SPPG pengunduran diri