BLORA- Pemadaman listrik di Blora yang kerap terjadi sebulan terakhir menyasar semua wilayah kecamatan. Tanpa terkecuali. Durasinya berkisar antara 2-3 jam.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat mengakui PT PLN (Persero) mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan batu bara kalori medium untuk pembangkit listrik. Sehingga belakangan terjadi pemadaman bergilir di banyak daerah.
Manajer PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blora Wardoyo mengatakan di Blora pemadaman terjadi di semua wilayah kecamatan. Tak ada pengecualian, termasuk wilayah kota.
"Setiap kecamatan pasti kena," imbuhnya.
Menurutnya pemadaman dilakukan lantaran ada kendala pada pembangkit. Ia tidak secara gamblang menyebut penyebab masalahnya.
"Kalau penyebabnya seperti yang ada di internet, sudah umum. Bisa dicari," tambahnya.
Pemadaman listrik bergilir di Blora dilakukan dengan durasi 2-3 jam. Terjadi secara acak. Sesuai dengan jadwal yang telah diinformasikan terlebih dahulu.
"Seperti yang kami infokan di grup-grup," tuturnya.
Menurutnya jadwal pemadaman ditentukan dari pembangkit. Pihaknya hanya menjalankan.
"Tergantung dari pembangkit. Kami gak bisa memastikan. Pembangkit itu interkoneksi," bebernya.
Sebagai contoh pemadaman sempat dilakukan pada tanggal 19-22 yang menyasar beberapa desa di Kecamatan mulai dari Cepu, Kradenan, Kedungtuban, Ngawen, Tunjungan, Kota dan beberapa wilayah lain.
Kemudian berlanjut pada Rabu, 24 Juni 2026. Alasan pemadaman kegiatan pemeliharaan jaringan.
Pemadaman tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Adapun wilayah terdampak meliputi Desa Sambiroto, Desa Sendangwates, Desa Ngawenombo, dan Desa Kedungwaru di Kabupaten Blora. (tos)
Editor : Eko Santoso