Ada 55 SD negeri (SDN) yang hanya mendapat satu sampai lima murid dalam SPMB 2026/2027.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Nuril Huda menyampaikan, ada satu SDN yang tidak mendapat murid baru dan ada 55 SDN yang pendaftarnya sedikit.
Total dari 16 kecamatan di Blora, hanya SDN di Kecamatan Jati yang tidak kekurangan murid.
Sedangkan 15 kecamatan, ada SDN yang pendaftarnya hanya satu sampai lima murid. Sedangkan yang tidak ada pendaftar hanya SDN Temengeng, Kecamatan Sambong.
“Ada fenomena penurunan jumlah pendaftar di SD negeri. Jumlah murid TK yang mendaftar SD di Blora itu ada 10.011 anak. Sedangkan untuk SPMB SD hanya 8.822 anak. Ada penurunan,” ungkapnya.
Angka itu menunjukkan ada sisa anak lulusan yang tidak mendaftar di SD negeri. Salah satu alasannya, ada yang mendaftar di sekolah swasta atau pondok pesantren.
“Fenomena ini juga terjadi dalam skala nasional. Di perkotaan juga ada orang tua siswa yang sengaja menaruh anaknya di sekolah swasta dengan berbasis agama,” jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk pendaftaran SD negeri di Kota Sate yang kekurangan pendaftar masih dibuka sampai siswa didaftarkan ke data pokok pendidikan (dapodik).
Pihaknya juga akan terus memantau SPMB sampai pendaftaran dapodik siswa selesai.
“Jika ada orang tua siswa yang mendaftar di SD negeri, akan diterima selama pendaftaran dapodik siswa belum ditutup. Ditambah kami akan mencoba mencari tahu jumlah data peserta didik baru di sekolah swasta,” imbuhnya. (ari/lin)
Editor : Ali Mustofa