Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Puluhan KK di Buluroto Blora Masih Numpang Listrik Tetangga, Warga Harap Bantuan Segera Datang

Ali Mustofa • Senin, 22 Juni 2026 | 15:04 WIB
Ilustrasi puluhan kk di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora masih belum memiliki sambungan listrik mandiri
Ilustrasi puluhan kk di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora masih belum memiliki sambungan listrik mandiri

BLORA - Sebanyak 25 kepala keluarga (KK) di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora masih belum memiliki sambungan listrik mandiri dan hingga kini masih bergantung pada aliran listrik dari rumah tetangga.

Pemerintah Kecamatan Banjarejo mulai mengupayakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi penyambungan listrik bagi warga tersebut.

Camat Banjarejo, Heksa Wismaningsih, menyebut bahwa akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi masyarakat sehingga persoalan ini menjadi perhatian serius pihak kecamatan.

Menurutnya, meskipun ada tantangan berupa kebijakan efisiensi anggaran yang dapat memengaruhi program bantuan dari OPD maupun instansi terkait, upaya koordinasi tetap akan terus dilakukan agar warga tetap berpeluang mendapatkan bantuan penyambungan listrik.

“Kami akan terus berupaya menjalin koordinasi dengan pihak terkait agar bantuan bisa masuk ke wilayah kami,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Buluroto, Margono, membenarkan bahwa masih terdapat sekitar 25 KK yang belum memiliki sambungan listrik sendiri dan masih menumpang dari rumah warga lain.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa siap mendukung apabila terdapat program bantuan dari pemerintah maupun pihak lain.

“Kalau ada program bantuan, kami siap memfasilitasi penyalurannya kepada warga yang membutuhkan,” katanya.

Salah satu warga yang terdampak kondisi ini adalah keluarga Sarni (90), warga Dukuh Pojok, yang telah puluhan tahun tinggal di rumah sederhana berukuran sekitar 8 x 5 meter dengan lantai tanah.

Hingga kini, keluarga tersebut masih belum memiliki akses listrik mandiri.

Putranya, Sukarjo, yang bekerja sebagai pedagang es keliling, mengatakan bahwa kebutuhan listrik di rumah mereka masih bergantung pada sambungan dari tetangga karena keterbatasan ekonomi.

Selain listrik, keluarga Sarni juga masih menggunakan kayu bakar untuk memasak karena dianggap lebih hemat.

Untuk kebutuhan air bersih, mereka mengandalkan sumur manual yang berada tidak jauh dari rumah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian warga di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dasar, sehingga diperlukan perhatian lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#sambungan listrik mandiri #keterbatasan ekonomi #blora #Rumah tetangga #aliran listrik