Pemerintah Kecamatan Banjarejo mulai mengupayakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi penyambungan listrik bagi warga tersebut.
Camat Banjarejo, Heksa Wismaningsih, menyebut bahwa akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi masyarakat sehingga persoalan ini menjadi perhatian serius pihak kecamatan.
Menurutnya, meskipun ada tantangan berupa kebijakan efisiensi anggaran yang dapat memengaruhi program bantuan dari OPD maupun instansi terkait, upaya koordinasi tetap akan terus dilakukan agar warga tetap berpeluang mendapatkan bantuan penyambungan listrik.
“Kami akan terus berupaya menjalin koordinasi dengan pihak terkait agar bantuan bisa masuk ke wilayah kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Buluroto, Margono, membenarkan bahwa masih terdapat sekitar 25 KK yang belum memiliki sambungan listrik sendiri dan masih menumpang dari rumah warga lain.
Ia menegaskan bahwa pemerintah desa siap mendukung apabila terdapat program bantuan dari pemerintah maupun pihak lain.
“Kalau ada program bantuan, kami siap memfasilitasi penyalurannya kepada warga yang membutuhkan,” katanya.
Salah satu warga yang terdampak kondisi ini adalah keluarga Sarni (90), warga Dukuh Pojok, yang telah puluhan tahun tinggal di rumah sederhana berukuran sekitar 8 x 5 meter dengan lantai tanah.
Hingga kini, keluarga tersebut masih belum memiliki akses listrik mandiri.
Putranya, Sukarjo, yang bekerja sebagai pedagang es keliling, mengatakan bahwa kebutuhan listrik di rumah mereka masih bergantung pada sambungan dari tetangga karena keterbatasan ekonomi.
Selain listrik, keluarga Sarni juga masih menggunakan kayu bakar untuk memasak karena dianggap lebih hemat.
Untuk kebutuhan air bersih, mereka mengandalkan sumur manual yang berada tidak jauh dari rumah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian warga di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dasar, sehingga diperlukan perhatian lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait. (ari)