Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

20 SDN di Blora Belum Punya Murid Baru, Pendaftaran SPMB 2026 Diperpanjang hingga 20 Juni

Ali Mustofa • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:26 WIB
AYO SEKOLAH: Siswa SDN 2 Kunden, Blora Kota, menuju ruang kelas ketika selesai pergantian jam istirahat. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)
AYO SEKOLAH: Siswa SDN 2 Kunden, Blora Kota, menuju ruang kelas ketika selesai pergantian jam istirahat. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)

BLORA – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora melakukan verifikasi data sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) yang belum mendapatkan murid baru.

Hal ini mengakibatkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 20 SD diperpanjang.

Sekretaris Dinas Pendidikan Blora Nuril Huda mengatakan, sekitar 20 SD di Blora belum mendapatkan murid.

Data itu, merujuk pada aplikasi sistem yang dimiliki oleh Disdik Blora. 

“Kemungkinan banyak yang belum melakukan pembaruan data untuk penerimaan murid baru. Terlebih yang baru saja daftar dan mendatangi sekolah secara langsung,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Tim Data Dinas Pendidikan juga sudah berangkat ke Pusdatin Kemendikdasmen untuk melakukan verifikasi.

Jadi, akan ada perpanjangan pendaftaran sampai 20 Juni mendatang.

“Setelah diperpanjang dan ditutup, maka akan tampak SD mana yang kekurangan siswa dan bahkan tidak mendapatkan siswa. Pada 22 Juni akan kami sampaikan berapa sekolah yang kekurangan dan tidak menerima siswa,” ujarnya.

Kepala SDN 2 Kunden Wachida Lina Murti mengaku, hanya mendapat tiga murid baru saat SPMB 2026.

 Data tiga murid baru itu, juga belum dimasukkan ke sistem pendataan murid baru.

“Karena kemarin daftarnya offline dan kebanyakan orang tua masih belum paham tentang pendaftaran melalui aplikasi. Jadi, kami minta ke Dinas Pendidikan Blora untuk memperpanjang masa pendaftaran, untuk memasukkan data tiga anak tersebut ke data sekolah,” jelasnya.

Lina menjelaskan, kekurangan siswa yang ia dapatkan itu, dipengaruhi beberapa sekolah yang ada di dekat SDN 2 Kunden.

Meliputi SDN Tempelan, SDN 1 Kunden, SDN Kauman, dan MI Baitunnur.

“Pembukaan rombel (rombongan belajar) juga banyak. Kalau SDN Tempelan membuka empat rombel dan MI Baitunnur empat rombel. Rata-rata juga penuh terisi,” ungkapnya.

Ia mengaku, masih membuka opsi untuk orang tua yang mau mendaftarkan anaknya secara langsung akan diproses secara cepat.

“Kami mengaku kalah mulai dalam merayu siswa untuk masuk ke SD kami. Sekolah lain biasanya mulai pendekatan ke TK, itu satu atau dua bulan sebelum SPMB mulai,” tuturnya. (ari)

 

Editor : Ali Mustofa
#spmb 2026 #pendaftaran murid baru #blora #dinas pendidikan