BLORA - Pabrik Gula (PG) Trangkil Pati sebagai salah satu unit kerja PT Kebon Agung menjadi pilihan petani tebu Blora di tengah ketidak pastian nasib pabrik gula di Blora yang berhenti beroperasi. Setidaknya lebih dari seribu hektare hasil panen tebu di Kabupaten Blora dikirim ke PG Trangkil.
Namun ternyata, kepercayaan petani tebu di Blora mengirim hasil panen mereka ke PG Trangkil berlangsung sejak lama dan terus meningkat. Dari petani milenial hingga petani senior memilih PG Trangkil.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Bagi mereka, PG Trangkil memiliki sistem yang baik, mulai dari pemberian fasilitas kemitraan berupa pinjaman dana dansubsidi bibit, pendampingan petugas lapangan hingga pembayaran yang cepat, jelas dan transparan.
Slamet Riyanto, 25, adalah petani tebu milenial dari Desa Ngampel, Kecamatan Blora. Ia menjadi petani tebu sejak 2014.
Selama 12 tahun ini, Slamet bersama istrinya, Adi Yamita mengirim hasil panen tebu ke PG Trangkil. Setiap hari saat musim giling, mereka bisa mengirim 8-12 rit tebu ke Pati.
"Nyaman setor ke PG Trangkil. Karena sistem keuangan yang cepat dan transparan," katanya.
Ia bersama beberapa petani di wilayah sekitar, mulai dari Desa Ngampel, Plantungan, Tempuran, Sendangharjo mengelola tak kurang dari 100 Hektare area tanam tebu.
"Kami memilih bermitra dengan PG Trangkil dari dulu sampai sekarang," tuturnya.
Berbagai kelebihan bermitra dengan PG Trangkil juga dirasakan petani lainnya, Suwanto. Warga Desa Sambongrejo Kecamatan Tunjungan itu mengirim tebu ke PG Trangkil sejak 2021.
"Area tanam saya 45 Hektare. Tiap hari kirim 8 rit truk tebu ke PG Trangkil," bebernya.
Ia memilih bermitra dengan PG Trangkil karena mendapatkan banyak manfaat. Pihaknya bisa mendapatkan fasilitas pinjaman uang mitra kemitraan UMK) dan subsidi bibit.
Nilainya pun fantastis. Dari UMK dan subsidi bibit, ia mendapatkan fasilitas lebih dari Rp 100 juta. Selain itu ia merasakan pendampingan dari PG Trangkil juga bermanfaat. Sehingga membuat hasil panennya bisa maksimal.
"Ada banyak fasilitas dari PG Trangkil, jadi sangat baik. Bisa mendukung petani kecil makin berkembang, dan bisa menambah luas lahan," sambungnya.
Selain Slamet Riyanto dan Suwanto, ada petani tebu lain di Blora yang terus menaruh kepercayaan di PG Trangkil. Bahkan sudah sejak 1995. Ialah H. Muslikhan, warga Desa Kamolan, Blora.
Muslikhan menjadi petani tebu sejak 1991. Awalnya ia mengirim hasil panen tebu ke PG lain. Namun seiring berjalannya waktu, ia merasa tidak nyaman. Lantaran ada beberapa masalah.
"Awalnya ikut PG lain. Namun dalam pelayanan tidak memuaskan. Barulah pada 1995 kirim ke PG Trangkil," tuturnya.
Bermitra dengan PG Trangkil membuat Muslikhan terus berkembang. Areal garapan bersama sejumlah petani lainnya pun terus meningkat.
"Sekarang sekitar 450 Hektare. Per hari kirim 20-25 rit ke PG Trangkil. Kalau maksimal bisa sampai 30 rit," ucapnya.
Puluhan tahun bermitra dengan PG Trangkil tak membuat dia bosan. Lantaran pelayanan yang baik.
"Yang membuat bertahan bermitra dengan PG Trangkil pertama karena pelayanan. Bagus dan maksimal. Sehingga kami senang. Kedua secara keuangan baik," jelasnya.
Di sisi lain, PG Trangkil juga mengapresiasi para petani tebu. H Muslikhan adalah satu di antaranya. Ia langganan penerima penghargaan berkat keuletan, konsistensi dan komitmen.
"Dapat penghargaan piagam, Alhamdulillah. Setiap tahun nyaris dapat piagam," tambahnya.
Kemitraan PG Trangkil dengan para petani tebu di Blora makin meningkat lantaran tutupnya Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM) yang berhenti beroperasi pada akhir 2025. Para petani yang semula berkirim ke PT GMM beralih ke PG Trangkil.
Komitmen PG Trangkil untuk menyerap tebu-tebu dari petani Blora akan terus berlanjut di musim giling tahun ini dan di tahun-tahun berikutkunya.
Bagi PG Trangkil kemitraan strategis dengan petani tebu di Blora yang telah terjalin selama ini merupakan komitmen untuk mensukseskan terwujudnya swasembada gula nasional. Di sisi lain, kemitraan ini merupakan wujud dan kehadiran perusahaan untuk keberlanjutan dan pengembangan usaha tani tebu di kabupaten Blora. (tos)