RADAR KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kembali menggelar Blora Job Fair 2026 sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Bursa kerja yang berlangsung di GOR Mustika ini menyediakan 7.439 lowongan pekerjaan dari puluhan perusahaan, sejalan dengan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Blora, "Golek Gawean Gampang."
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi, yang mewakili Bupati Blora, bersama jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Sejak hari pertama pelaksanaan, ribuan pencari kerja tampak memadati lokasi untuk mencari peluang kerja yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora, Endro Budi Darmawan, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 34 perusahaan, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Blora.
Menurutnya, ribuan formasi yang tersedia mencakup beragam bidang pekerjaan sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat.
"Total ada 7.439 lowongan yang ditawarkan dengan berbagai jenis pekerjaan. Kami mengajak masyarakat Blora memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai," ujarnya.
Sejumlah perusahaan besar turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya PT Anak Baik Sejahtera, PT Pungkook Indonesia, PT Parkland World Indonesia, PT Cakra Naga Furniture, PT Indomarco Prismatama, PT Pentawira Agraha Sakti, hingga sejumlah perusahaan perbankan.
Posisi yang dibuka pun cukup beragam, mulai dari admin keuangan, admin HRD, admin outlet, public relation, desain grafis, auditor, sales, kasir, customer service, kru gudang, kru distribusi, hingga sopir.
Endro menambahkan, penyelenggaraan Job Fair menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung, sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Blora.
Sementara itu, Sekda Blora Komang Gede Irawadi menilai keterlibatan puluhan perusahaan dengan ribuan lowongan menjadi bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Ia mengakui tantangan ketenagakerjaan masih cukup besar karena pertumbuhan angkatan kerja sering kali tidak seimbang dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Selain itu, masih terdapat kesenjangan informasi antara perusahaan dan pencari kerja.
Karena itu, menurutnya, Job Fair menjadi wadah strategis untuk mempertemukan kedua belah pihak secara langsung sehingga proses rekrutmen dapat berlangsung lebih efektif, sementara masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap informasi lowongan pekerjaan. (tos)