BLORA – Kebakaran hebat melanda tiga rumah warga di Dukuh Wadung, Desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, pada Senin (8/6) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp275 juta.
Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik warga bernama Satiran, Yuliana, dan Sudirman.
Rumah milik Satiran mengalami kerusakan paling parah dan ludes terbakar.
Bangunan berukuran 7x12 meter serta 4x12 meter yang difungsikan sebagai tempat tinggal, warung pecel, hingga bengkel motor tersebut tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, rumah milik Yuliana yang berukuran 9x10 meter juga habis terbakar dalam kondisi kosong.
Adapun rumah milik Sudirman hanya mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur dan kamar.
Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi sekitar pukul 01.50 WIB.
Saksi mendengar suara mencurigakan seperti “kretek-kretek” yang berasal dari area dapur rumah korban Satiran.
Berdasarkan keterangan istri korban, saat kejadian ia diduga tertidur ketika memasak nasi menggunakan kompor gas di dapur.
Api kemudian cepat membesar dan merambat ke rumah lain di sekitarnya.
“Api cepat membesar dan menyambar dua rumah lain milik Yuliana dan Sudirman,” jelasnya.
Petugas kepolisian bersama tim gabungan segera menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB dengan bantuan empat unit mobil pemadam kebakaran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Untuk sementara, keluarga korban Satiran dan warga terdampak lainnya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga, Ngatemi.
Kapolsek Kedungtuban, IPTU Hadi Setyo, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kelalaian penggunaan kompor gas.
“Jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, apalagi saat mengantuk. Pastikan api benar-benar padam dan tabung LPG tertutup rapat sebelum tidur. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama,” pesannya. (tos)
Editor : Ali Mustofa