Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Petani Tebu Blora Gelar Aksi di Depan Pabrik Gula, Tebu Ditumpahkan Sebagai Bentuk Kekecewaan

Ali Mustofa • Selasa, 2 Juni 2026 | 15:38 WIB
BUANG: Petani tebu saat menumpahkan tebu di depan PT GMM (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
BUANG: Petani tebu saat menumpahkan tebu di depan PT GMM (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA – Ratusan petani tebu di Kabupaten Blora meluapkan kekecewaan mereka dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM), Kecamatan Todanan, Senin (1/6).

Dalam aksi tersebut, sejumlah petani bahkan menumpahkan hasil panen tebu sebagai simbol protes terhadap berbagai persoalan yang hingga kini belum mendapat penyelesaian.

Aksi berlangsung meriah namun sarat pesan. Selain menyampaikan orasi, para petani juga menghadirkan hiburan musik dangdut di lokasi sebagai bentuk ekspresi perjuangan mereka.

Deretan truk bermuatan tebu terlihat berjajar di sekitar area pabrik, sementara sebagian petani datang menggunakan sepeda motor sambil membawa batang tebu.

Tebu yang dibawa dalam aksi tersebut merupakan hasil panen petani yang disebut belum terserap secara optimal, sehingga menambah beban ekonomi para petani di tengah tingginya biaya produksi.

Petani Mengaku Kecewa dengan Janji yang Tak Kunjung Terwujud

Salah satu petani tebu, Anton Sudibyo, mengatakan aksi tersebut merupakan lanjutan dari protes sebelumnya.

Menurutnya, para petani merasa selama ini hanya menerima janji tanpa ada realisasi nyata dari pihak terkait.

Ia menegaskan bahwa seluruh biaya penyelenggaraan aksi berasal dari swadaya para petani tanpa dukungan pihak mana pun.

“Ini aksi jilid dua. Kami merasa hanya diberi harapan tanpa kepastian. Semua biaya aksi ini berasal dari iuran petani sendiri,” ujarnya di sela kegiatan.

Anton menilai berbagai persoalan yang dihadapi petani tebu telah berlangsung cukup lama tanpa solusi yang jelas.

Karena itu, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk peringatan agar pemerintah dan pemangku kebijakan segera mengambil langkah nyata.

Ancam Bawa Aksi ke Jakarta

Kekecewaan para petani tidak berhenti di tingkat daerah.

Jika tuntutan mereka tetap tidak mendapat tanggapan serius, para petani mengaku siap menggelar aksi lanjutan di tingkat nasional.

Bahkan, mereka berencana membawa hasil panen tebu ke Jakarta sebagai simbol protes terhadap lambannya penyelesaian masalah yang mereka hadapi.

“Sudah dua tahun kami menunggu kepastian. Kalau tidak ada perubahan, kami siap membawa persoalan ini ke Jakarta,” kata Anton.

Soroti Program Swasembada Gula Nasional

Dalam aksi tersebut, para petani juga menyinggung program swasembada gula yang menjadi salah satu agenda pemerintah pusat.

Mereka berharap target tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani.

Menurut Anton, Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan evaluasi terhadap jajarannya agar kondisi riil di lapangan dapat tersampaikan secara utuh.

Ia khawatir laporan yang sampai ke tingkat pusat tidak sepenuhnya mencerminkan situasi yang dialami petani sehingga berbagai persoalan terus berlarut-larut.

“Jangan sampai yang disampaikan hanya laporan yang menyenangkan atasan. Jika kondisi seperti ini terus terjadi, target swasembada gula bisa sulit tercapai,” tegasnya.

Kondisi Pabrik Dinilai Jadi Beban Petani

Selain persoalan kebijakan, petani juga menyoroti kondisi pabrik gula yang dianggap belum mengalami pembenahan secara maksimal.

Menurut mereka, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap tingginya biaya operasional yang harus ditanggung petani.

Biaya pengangkutan tebu menjadi lebih mahal, sementara harga jual hasil panen tidak selalu mampu menutupi pengeluaran yang telah dikeluarkan selama masa tanam.

Petani berharap perbaikan fasilitas dan optimalisasi operasional pabrik dapat segera dilakukan agar rantai distribusi menjadi lebih efisien dan kesejahteraan petani meningkat.

Pertemuan dengan Pejabat Pusat Belum Berbuah Solusi

Anton mengungkapkan bahwa para petani sebenarnya telah beberapa kali menyampaikan aspirasi kepada pemerintah pusat.

Sejumlah pertemuan telah dilakukan dengan berbagai pejabat, termasuk Kepala Bappenas dan Wakil Menteri Pertanian.

Namun hingga saat ini, menurutnya, belum ada langkah konkret yang mampu menjawab persoalan utama yang dihadapi petani tebu.

“Yang kami terima selama ini baru sebatas janji. Bahkan informasi yang diterima pejabat pusat menurut kami tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan di lapangan,” ungkapnya.

Melalui aksi tersebut, petani berharap pemerintah segera turun tangan dan menghadirkan solusi nyata agar sektor pergulaan nasional dapat berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai ujung tombak produksi gula dalam negeri. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#pabrik gula PT GMM #blora #aksi unjuk rasa #petani tebu