Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kasus Curanmor Saat Sedekah Bumi di Todanan Blora Belum Terungkap, Pelaku Diduga Jaringan Antarwilayah

Ali Mustofa • Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:01 WIB
OLAH TKP: Polisi saat olah TKP di area parkir hilangnya motor penonton dangdut di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan. (POLSEK TODANAN UNTUK RADAR KUDUS)
OLAH TKP: Polisi saat olah TKP di area parkir hilangnya motor penonton dangdut di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan. (POLSEK TODANAN UNTUK RADAR KUDUS)

BLORA – Kepolisian masih terus mengejar pelaku pencurian sepeda motor yang terjadi saat hiburan dangdut dalam rangka sedekah bumi di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif.

Kapolsek Todanan Iptu Suhari menjelaskan, penanganan perkara dilakukan bersama tim Resmob.

Upaya pengungkapan memerlukan waktu karena pelaku tidak meninggalkan jejak yang mudah dilacak sehingga penyidik harus menelusuri informasi dari awal secara menyeluruh.

Pihak kepolisian sebenarnya telah memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Namun sayangnya, CCTV terdekat tidak berfungsi sehingga tidak memberikan petunjuk yang dapat membantu penyelidikan.

Meski demikian, polisi mengaku sudah mengantongi identitas yang mengarah pada terduga pelaku.

Hanya saja, proses hukum masih membutuhkan dukungan barang bukti yang kuat sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.

Dalam upaya pengungkapan, Polsek Todanan juga berkoordinasi dengan tim Resmob dari sejumlah wilayah sekitar, seperti Rembang, Grobogan, Pati, dan Blora.

Langkah ini diambil karena kasus dengan modus serupa juga ditemukan di daerah-daerah tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku kerap menyasar sepeda motor jenis CRF yang diparkir saat acara keramaian.

Mereka diduga memanfaatkan situasi padat pengunjung pada kegiatan hiburan rakyat atau acara desa.

Polisi menduga aksi ini dilakukan oleh komplotan lintas kabupaten yang memang mengincar lokasi keramaian.

Ke depan, pengamanan acara yang melibatkan banyak massa akan terus diperkuat dengan melibatkan aparat, Linmas desa, hingga Karang Taruna. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#pencurian #sepeda motor #blora #kepolisian