Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Empat Rumah Warga Rusak Parah, Terpaksa Mengungsi, Akibat Tanah Ambles 2 Meter

Eko Santoso • Selasa, 14 April 2026 | 15:40 WIB
PRIHATIN: Rumah warga di Desa Kemiri, Kecamatan Jepon yang rusak karena amblesan tanah. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
PRIHATIN: Rumah warga di Desa Kemiri, Kecamatan Jepon yang rusak karena amblesan tanah. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

 

BLORA- Empat rumah di Desa Kemiri Kecamatan Jepon Blora rusak parah akibat amblesan tanah. Rumah tersebut bahkan tak bisa ditempati, sehingga warga terpaksa mengungsi.

 

Rumah yang rusak itu berada di wilayah RT 2 RW 1. Pantauan di lapangan, tiga rumah yang rusak sudah ditinggalkan. Tiga penghuninya sudah mengungsi. 

 

Sementara satu KK tampak sedang mengemasi barang-barang. Ialah keluarga Suparjan. 

 

Suparjan dibantu saudaraku menurunkan genting. Sementara istrinya tampak mengemasi barang-barang.

 

Bagian belakang rumah milik Suparjan ambles sekitar 2 Meter. Tanah di bawah bangunan rumahnya seperti terbelah. 

 

Hal itu membuat struktur bangunan rumah rusak parah. Berbahaya untuk ditempati. 

 

"Yang lain sudah sudah ngungsi dahulu saya yang terakhir. Ini mengungsi ke rumah Simbah yang berada di desa Brumbung," bebernya. 

 

Suparjan menjelaskan amblesan itu paling parah terjadi dalam satu minggu terakhir. Dan paling parah tiga hari terakhir.

 

"Longsor sudah satu minggu paling parah, dan tiga terhir yang sampai rumah belakang dan kamar mandi terbawa," katanya. 

 

Suparjan mengatakan, tanah setiap harinya ada pergerakan. Baik pagi, siang bahkan malam. Sehingga ia muncul was-was. 

 

"Pagi siang malam terus gerak. Namun terasa bangunan pada retak pada empat hari yang lalu kemudian disusul ada genteng.

 

Lebih lanjutnya Suparjan mengatakan penyebab anjlokan tanah diakibatkan bendungan di belakang rumah yang berjarak hanya beberapa meter saja.

 

"Pergerakan ini karena sayap bendungan dan irigasi sudah tidak fungsi lagi, kemudian air mengikis tanah dan lama kemalaman mengikis sebagian pondasi pondasi rumah,"

 

Pihaknya sudah tidak mampu mengatasi pergerakan tanah tersebut karena sudah 2 kali perbaikan rumah tetapi hasilnya sama saja.

 

"Dulu sebelum ada bendungan kalinya kecil, longsoran kecil gak berdampak ke rumah warga seperti sekarang," jelasnya. (tos)

Editor : Eko Santoso
#rumah roboh #blora #jepon #longsor #mengungsi