BLORA- Meski sempat diperbaiki beberapa waktu lalu, tanah di Dukuh Ngetrep Desa Tutup Kecamatan Tunjungan ambles lagi. Satu rumah bahkan sampai roboh usai ujan deras pada Sabtu (12/04).
Seorang warga Kani menjelaskan sebelumnya pada titik amblesan itu sudah dipancang kayu glugu. Alat berat sudah dikerahkan untuk menguruk dan meratakan amblesan.
"Tapi belum ada 1 bulan sudah amblas lagi. Malah makin parah," jelasnya.
Bahkan amblesan tidak cuma di jalan, melainkan sampai ke perumahan warga. Tepatnya warga di RT 08/RW 03.
"Tanah longsor kembali sore kemarin pas hujan lebat, salah satu rumah warga ada yang roboh," imbuhnya.
Subkoordinator Pembangunan dan Rehabilitasi Bidang SDA DPUPR, Wahyu Benyamin Arivin menjelaskan amblesan tanah di wilayah tersebut sudah terjadi dua tahun terakhir. Secara perlahan.
"Kita itung atas sampai sungai, ketinggian 10 meter. Sangat tinggi," paparnya.
Sementara amblesan pada bagian jalan sekitar 0,5 meter sampai 1,5 meter. Sepanjang 50 meter.
"Analisis kita ini ada kebocoran drainase di atas. Selama ini drainase kurang diperhatikan. Air dari atas. Kemudian ada kebocoran drainase. Turun ke bawah. Menjadikan tanah di bawah gembur. Beban tanah turun ke bawah," tambahnya.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BBWS selalu yang memiliki wewenang untuk wilayah sungai agar ditangani lebih lanjut. Dari BBWS sudah melakukan pengukuran.
"Nanti rencananya penanganan permanen dan semi permanen. Kami berdoa semoga pihak Kementrian memberi anggaran ke BBWS untuk penanganan," tambahnya.
Menurutnya untuk penanganan permanen dilakukan di bagian bawah. Sebab amblesan sejak dari bawah. Sementara lapisan tanah di bagian atas adalah bidang yang tergelincir.
"Kita lakukan di bawah. Atas itu bidang yang tergelincir," imbuhnya. (tos)
Editor : Eko Santoso