Perajin Genteng Pertanyakan Program Gentengisasi Lantaran Bangunan KDMP Pakai Seng

Eko Santoso • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 12:32 WIB
KEBUT: Perajin genteng di Desa Balong, Kecamatan Jepon Blora saat membuat genteng. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
KEBUT: Perajin genteng di Desa Balong, Kecamatan Jepon Blora saat membuat genteng. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

 

BLORA- Perajin genteng di Blora pertanyakan program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Sebab fakta di lapangan, pembangunan gedung koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) justru pakai seng. 

 

Seorang perajin genteng di Desa Balong Blora Imron menyebut program gentengisasi dari presiden membawa angin segar bagi pihaknya. Sebab terbukti ada peningkatan pesanan genteng. 

 

"Alhamdulilah penjualan meningkat hingga 70 persen, dibandingkan tahun tahun sebelumnya," paparnya. 

 

Untuk memenuhi peningkatan pesanan itu ia memproduksi 700 hingga 800 biji per hari. 

 

Peningkatan pesanan juga didorong lantaran jumlah perajin di wilayah tersebut juga berkurang. Dulu sekitar 25 orang. Kini hanya 15. 

 

"Bahan baku sulit dan banyak pengrajin tidak mau resiko," katanya.

PROSES: Pembuatan genteng secara manual oleh perajin genteng di Desa Balong Kecamatan Jepon. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
PROSES: Pembuatan genteng secara manual oleh perajin genteng di Desa Balong Kecamatan Jepon. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

 

Sementara dari sisi harga, satu genteng harganya Rp 900 sampai Rp 1.200. Tergantung tingkat ketebalan. 

 

Meski sudah mendapatkan dampak positif secara langsung, menurutnya program itu kurang masif. Ia mencontohkan untuk proyek dari pemerintah sendiri seperti pembangunan KDMP justru tak memakai genteng. 

 

Melainkan memakai semacam seng. Sehingga hal ini bertolakbelakang dengan apa yang diserukan Presiden Prabowo. 

 

"Harapannya ya program gentengisasi juga di gunakan program pemerintah seperti KDMP," ujarnya. (tos)

Editor : Eko Santoso
KDMP Perajin Gentengisasi blora