Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pabrik Gula GMM Blora Berhenti, Karyawan Dialihkan Jadi Tim Serap Gabah

Ali Mustofa • Senin, 6 April 2026 | 10:09 WIB
OPERASIONAL: Beberapa truk pengangkut tebu masih terlihat beroperasi di dalam pabrik GMM, hasil tebu yang dibawa milik masyarakat setempat. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)
OPERASIONAL: Beberapa truk pengangkut tebu masih terlihat beroperasi di dalam pabrik GMM, hasil tebu yang dibawa milik masyarakat setempat. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS)

BLORA – Operasional Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) untuk sementara dihentikan setelah mesin boiler mengalami kerusakan sehingga proses penggilingan tebu tidak dapat dilakukan.

Dampaknya, perusahaan hanya mampu menanggung pembayaran gaji karyawan hingga Maret 2026 dan menerapkan kebijakan detasering agar para pekerja tetap memperoleh penghasilan.

Penugasan sementara bagi karyawan PT Gendhis Multi Manis ini memicu keberatan dari sebagian pekerja, mengingat kondisi keuangan perusahaan masih tertekan akibat berhentinya produksi.

Tanpa kegiatan penggilingan, pabrik tidak memiliki pemasukan, sehingga arus kas perusahaan terdampak signifikan.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, sambil menunggu perbaikan mesin boiler selesai, para karyawan akan dialihkan sementara untuk memperkuat tim penyerapan gabah.

Ia menyebutkan, kebutuhan penyerapan gabah yang meningkat membuat tenaga dari GMM dialokasikan membantu tugas tersebut, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Dengan langkah ini, pegawai yang sebelumnya tidak bekerja dapat kembali menjalankan tugas.

Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di sela kegiatan Panen Raya Jagung di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jumat (3/4).

Penempatan karyawan, lanjutnya, akan diprioritaskan di Jawa Tengah, termasuk wilayah DI Yogyakarta.

Namun, BULOG tetap membuka peluang penyesuaian lokasi kerja sesuai kebutuhan dan kondisi keluarga masing-masing pekerja.

Jika ada yang berdomisili di Jawa Timur atau Jawa Barat, penempatan akan disesuaikan secara fleksibel.

Terkait kemungkinan penolakan dari karyawan terhadap kebijakan detasering, pihaknya menegaskan tidak serta-merta mengambil langkah pemutusan hubungan kerja.

BULOG tetap mengedepankan dialog dan mencari solusi bersama dengan para pekerja.

Ia menambahkan, pertemuan antara pihak SDM dan karyawan sebelumnya telah dilakukan untuk mencari jalan keluar terbaik. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#serap gebah #pabrik gula #bulog #blora #karyawan