Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Resmi Disahkan Menteri Kebudayaan Jadi Warisan Budaya Takbenda, Tradisi Manganan Janjang Siap Dongkrak Wisata Blora

Ali Mustofa • Senin, 30 Maret 2026 | 12:02 WIB
ANTUSIAS: Masyarakat saat berebut mendapatkan berkat di acara Manganan Janjang di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)
ANTUSIAS: Masyarakat saat berebut mendapatkan berkat di acara Manganan Janjang di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. (EKO SANTOSO/RADAR KUDUS)

BLORA – Tradisi Manganan Janjang di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Penetapan tersebut tertuang dalam sertifikat yang ditandatangani Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dengan nomor 169/WB/KB.00.01/2025.

Bupati Blora, Arief Rohman, hadir langsung di Desa Janjang untuk menyerahkan sertifikat kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, diserahkan pula Surat Keputusan Bupati Blora Nomor 400.6/487/2025 tertanggal 19 Desember 2025 yang menetapkan Janjang sebagai Desa Budaya di Kabupaten Blora.

Menurut Bupati, pengakuan tersebut diharapkan semakin menguatkan posisi Desa Janjang sebagai pusat pelestarian budaya di Blora.

Ia menegaskan tradisi Manganan Janjang harus terus dijaga karena selain menjadi daya tarik wisata religi, juga berpotensi mendorong kebangkitan ekonomi desa.

Setiap tahun, ribuan warga dari berbagai daerah memadati acara Manganan Janjang.

Sejak pagi, para peziarah berjalan kaki menaiki anak tangga menuju kompleks makam Gedong untuk bersedekah dengan membawa ambeng ingkung ayam atau nasi berkat.

Makanan tersebut kemudian dibagikan gratis kepada para pengunjung setelah berziarah ke makam Mbah Janjang, sebagai wujud syukur atas hasil panen selama setahun terakhir.

Pemerintah desa juga menyembelih hewan ternak seperti sapi dan kambing di kompleks makam.

Dagingnya dimasak bersama dan dibagikan kepada seluruh peziarah.

Keunikan lainnya, nasi dan lauk dibungkus menggunakan daun jati yang disiapkan panitia dalam jumlah ribuan sebagai bagian dari antrean pembagian makanan di gazebo utara makam utama.

Selama rangkaian acara, masyarakat juga disuguhi pertunjukan kesenian Wayang Krucil khas Janjang yang merupakan warisan Mbah Jatikusumo Jatiswara.

Tradisi ini menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.

Bupati menilai Manganan Janjang sebagai salah satu tradisi sedekah bumi terbesar di Blora dengan jumlah pengunjung terbanyak setiap tahunnya.

Ia berharap potensi tersebut mampu menggerakkan perekonomian desa melalui sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Tradisi ini juga menjadi simbol kerukunan, kebersamaan, serta semangat berbagi warga Desa Janjang dalam memanjatkan doa keselamatan bagi desa dan Kabupaten Blora.

Apalagi, akses jalan dari Cabak menuju Janjang kini telah selesai dibangun sehingga memudahkan masyarakat untuk berkunjung. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#manganan janjang #masyarakat #daun jati #blora #makanan #warisan budaya #Menteri Kebudayaan