BLORA – Memasuki masa arus balik Lebaran 2026, aktivitas di Stasiun Cepu mengalami lonjakan signifikan. Tercatat, stasiun ini melayani sekitar 3.000 pemudik setiap harinya sejak H+1 Lebaran atau mulai 23 Maret 2026.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini merupakan bagian dari tren arus balik yang memang sudah diprediksi sebelumnya. Lonjakan mulai terlihat sejak hari pertama setelah Lebaran, dengan angka penumpang yang cukup tinggi.
“Pada periode arus balik Lebaran tahun ini, khususnya mulai 23 Maret, pergerakan penumpang di Stasiun Cepu menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bahkan pada H+1, jumlah penumpang mencapai puncaknya dengan total 3.874 orang,” ujar Luqman.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.170 penumpang tercatat berangkat (naik kereta), sementara 1.704 lainnya merupakan penumpang yang tiba di Stasiun Cepu.
Kondisi padat ini berlanjut pada hari berikutnya.
Data menunjukkan, jumlah penumpang mencapai 3.801 orang, dengan rincian 2.255 penumpang berangkat dan 1.546 penumpang datang.
Selama masa arus balik ini, beberapa kereta api menjadi pilihan utama masyarakat. Di antaranya KA Ambarawa Ekspres, KA Airlangga, dan KA Kertajaya.
Sementara itu, kota-kota tujuan favorit pemudik meliputi Jakarta, Surabaya, dan Solo.
KAI Daop 4 Semarang pun terus berupaya menjaga kualitas layanan di tengah tingginya mobilitas penumpang. Luqman menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.
“Kami mengimbau para pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum jadwal keberangkatan. Selain itu, penumpang juga diingatkan untuk selalu menjaga barang bawaan selama berada di area stasiun maupun saat perjalanan,” tambahnya.
Dengan kesiapan operasional yang matang, KAI optimistis dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama puncak arus balik Lebaran 2026, sekaligus memastikan perjalanan berlangsung tepat waktu dan kondusif.
Editor : Mahendra Aditya