Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dinkes Blora Rekomendasikan Penghentian Distribusi Roti Keju pada MBG Ramadan

Zainal Abidin RK • Kamis, 26 Februari 2026 | 17:48 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat
Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat
BLORA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora merekomendasikan agar roti dengan topping keju tidak lagi didistribusikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) edisi Ramadan. Roti jenis tersebut dinilai lebih mudah berjamur jika tidak ditangani dengan penyimpanan yang tepat.

Kepala Dinkes Blora, Edy Widayat, mengatakan pihaknya telah menerima laporan serta hasil uji laboratorium terkait temuan roti berjamur yang dibagikan ke SMPN 5 Blora. Dinkes kemudian mengambil sampel untuk memastikan penyebabnya.

“Hasil laboratorium menunjukkan roti topping keju lebih rentan ditumbuhi jamur, terutama jika disimpan pada suhu ruang lebih dari 4–6 jam. Selain itu, ada faktor higienitas dan pengendalian mutu pangan yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, sebanyak 359 bungkus roti keju yang terindikasi berjamur dimusnahkan. Tim kesehatan juga memberikan edukasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengenai pengaturan waktu dan suhu penyimpanan makanan.

Dinkes turut mengeluarkan peringatan tertulis kepada SPPG agar memperbaiki prosedur operasional. Beberapa poin yang ditekankan antara lain pencatatan penerimaan bahan pangan secara tertulis serta penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap saat proses pengemasan dan distribusi.

Edy mengingatkan agar roti tidak disimpan terlalu lama karena kandungan karbohidrat dan gula di dalamnya dapat mempercepat pertumbuhan jamur jika tidak dikelola dengan baik.

Sebelumnya, sebanyak 349 roti MBG edisi Ramadan di SMPN 5 Blora dikembalikan setelah ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Kepala SMPN 5 Blora, Widianto, memutuskan roti tersebut tidak dibagikan kepada siswa.

“Kami selalu melakukan pengecekan setiap pengiriman, termasuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa,” katanya.

Sementara itu, SPPG Yayasan As Sanusiyyah Desa Kamolan mengambil langkah tegas dengan memasukkan penyedia roti ke dalam daftar hitam (blacklist).

Kepala SPPG Yayasan As Sanusiyyah, Muhammad Arief Rohman Azis, menjelaskan temuan roti berjamur diketahui saat proses penyortiran sebelum distribusi. Dari tiga varian roti yang disiapkan—roti keju, roti pizza, dan roti isi selai—hanya roti keju yang ditemukan berjamur.

Kasus ini menjadi evaluasi bagi pelaksana program MBG agar lebih ketat dalam pengawasan mutu pangan, khususnya selama Ramadan. (ari)

Editor : Zainal Abidin RK
#SPPG #Mbg #apd #smpn 5