BLORA - Masyarakat di Blora saat ini tengah kesulitan mencari LPG 3 kilogram. Banyak warga yang rela membeli tabung kosong dan menukar tabung di berbagai toko eceran.
Salah satunya dialami oleh Siti Wardiani seorang pedagang asal Purwosari, Blora.
Sudah tiga hari ini, stok LPG 3 Kg di tokonya kosong. Biasanya Siti, mendapat kiriman LPG dari seseorang setiap tiga hari sekali.
"Tapi sudah 3 hari ini, saya sudah enggak dikirimi lagi. Biasanya dikirim 4 sampai 10 tabung. Tapi udah 3 hari ini nggak dikirimi lagi,” katanya.
Ia dapat LPG itu bukan dari pangkalan, karena kalau bukan anggota tidak boleh beli. Jadi Siti dikirimi orang yang cari dari pangkalan. Lebih lanjut, Siti biasanya membeli LPG 3 kg itu di harga Rp 22 ribu. Kemudian dirinya menjual ke warga Rp 24 ribu.
"Harga Rp 24 ribu aja itu udah berebut kok," terangnya.
Di toko miliknya, Siti hanya memiliki empat tabung. Sehingga dirinya ini berinisiatif untuk membeli tabung kosong. Untuk mendapatkan tabung kosong itu, dirinya harus menempuh jarak 9 kilometer dari rumahnya, di Pangkalan LPG 3 kg Effendi, wilayah Jalan Mr Iskandar Blora.
"Kalau ini saya beli tabung kosongan harga Rp 160 ribu. Ini nanti saya mau mencari ke mana-mana yang ada isinya, untuk dijual," terangnya.
Siti membeli sekitar 4 tabung kosong LPG 3 kg. Ia menaruh tabung-tabung itu di motornya. Setelah membeli, dia langsung beranjak dari pangkalan.
Sementara itu, salah seorang pemilik pangkalan LPG 3 kg Effendi mengatakan setiap kali pengiriman di pangkalannya mendapat 140 tabung LPG 3 kg.
“Itu seminggu tiga kali," katanya.
Menurutnya, saat pasokan LPG 3 kg datang, tidak membutuhkan waktu lama langsung habis. Ia juga menjual dengan harga HET Rp18 rib per tabung.
“Itu enggak sampai satu jam sudah habis," ungkapnya.
Effendi mengatakan permintaan LPG 3 kg di momen Ramadan naik signifikan. Selain membeli LPG 3 kg, ada sebagian pedagang dan masyarakat yang juga membeli tabung LPG yang kosong.
"Ya di sini juga menyediakan tabung gas kosongan," paparnya. (ari)
Editor : Zainal Abidin RK