BLORA - Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yayasan as Sanusiyyah Desa Kamolan, menindak penyedia roti dengan melakukan blacklist. Hal itu diakibatkan adanya temuan roti yang berjamur saat dikirimkan kepada penerima manfaat sebagai MBG edisi Ramadan.
Kepala SPPG yayasan As Sanusiyyah Desa Kamolan Muhammad Arief Rohman Azis mengaku, pihak dapur telah menemukan beberapa buah roti yang sudah ditumbuhi jamur saat dilakukan tahap penyortiran. Temuan itu, berasal dari satu jenis roti dari tiga jenis yang akan didistribusikan. Yaitu Roti keju, Roti Pizza, dan roti isi selai, sementara yang sudah ditumbuhi jamur adalah roti keju.
"Malam kita juga menyortir, nah dimalam itu kita juga, ada beberapa memang yang berjamur. Setelah ada temuan roti berjamur saat penyortiran itu kami lakukan penyortiran ulang, untuk memastikan roti yang akan didistribusikan ke penerima manfaat tidak ditumbuhi jamur sama sekali,” ujarnya.
Ia menyampaikan, setelah penyortiran (kedua kalinya;Red). Sudah dipilih yang tidak berjamur, kemudian dikirim ke sekolah. Ternyata waktu pengiriman itu, di sekolah langsung banyak yang berjamur.
"Kami juga menyimpan beberapa sampel, dan tidak berjamur. Jadi kita kurang tahu penyebabnya," sambung Arief.
Disisi lain, Arief menegaskan tidak menutup komplain dari pihak sekolah untuk bahan evaluasi. Ia berkomitmen akan tetap mengganti menu roti yang berjamur pada pendistribusian selanjutnya.
"Nanti menindaklanjutinya, kami akan komplain juga terhadap supplier UMKM-nya, dan mungkin tegasnya kita akan mem-blacklist, tidak mau mengambil dari supplier itu lagi," tegasnya.
Ditambahkan, pihaknya meminta maaf kepada para penerima manfaat, atas terjadinya pendistribusian roti yang tidak layak atau sudah ditumbuhi jamur. “Kedepannya, kami akan lebih selektif lagi dalam pemilihan supplier agar insiden serupa tidak terjadi dikemudian hari,” tuturnya. (ari)
Editor : Zainal Abidin RK