Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menu MBG Awal Ramadan di SD Blora Dinilai Minimalis, Sekolah Akui Kandungan Gizi Kurang

Ali Mustofa • Selasa, 24 Februari 2026 | 14:42 WIB

MINIMALIS: Menu MBG di SD Negeri 1 Jetis terdiri dari salak, susu, stik, dan kacang kapri.
MINIMALIS: Menu MBG di SD Negeri 1 Jetis terdiri dari salak, susu, stik, dan kacang kapri.

BLORA – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada awal Ramadan di SD Negeri 1 Jetis, Blora, menuai keluhan dari para siswa.

Hidangan yang disajikan dinilai terlalu sederhana dan dianggap kurang memenuhi kebutuhan gizi.

Menu MBG yang dibagikan terdiri atas dua buah salak, stik, kacang kapri, dan susu.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Chintia Aprilia Putri Pemenang Duta Genre 2026 Blora. Membawa Isu Remaja ke Sekolah hingga Desa

Salah satu siswa kelas V, Vian, mengaku kurang menyukai sebagian besar menu tersebut.

“Yang saya suka cuma susu,” ujarnya.

Ia mengaku tidak berminat mengonsumsi makanan lainnya seperti stik, kacang kapri, maupun salak karena tidak sesuai dengan seleranya.

Makanan yang tidak dimakan itu kemudian diberikan kepada ibunya.

Kepala SDN 1 Jetis, Topo Hariyono, menjelaskan bahwa menu tersebut merupakan pembagian pertama setelah masa libur sekolah dan berupa makanan kering.

Ia menilai menu yang diberikan memang layak dikonsumsi, namun kandungan gizinya dinilai masih kurang optimal.

“Kalau dari sisi kelayakan konsumsi memang layak dan rasanya juga cukup enak, tetapi dari segi gizi mungkin masih kurang,” jelasnya.

Baca Juga: Mbah Pramugi, Sesepuh Sedulur Sikep Sambong Blora Dimakamkan Secara Adat Jawa

Menurutnya, dari seluruh menu yang tersedia, hanya susu yang dinilai memiliki kandungan gizi cukup.

Sementara itu, makanan seperti kacang kapri dan stik kurang diminati siswa yang saat ini lebih menyukai roti.

Selain persoalan menu, pembagian MBG di sekolah tersebut juga belum merata karena hanya siswa kelas I hingga III yang menerima.

Pihak sekolah menyebut sisa pembagian direncanakan dilakukan keesokan harinya karena keterbatasan waktu, mengingat kegiatan belajar mengajar berakhir lebih awal akibat adanya kabar duka dari keluarga salah satu siswa. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#Menu MBG #ramadan #siswa #blora #kebutuhan gizi