BLORA - Sejumlah Pasar Tradisional di Blora pada 2026 bakal dilakukan rehabilitasi. Namun, anggaran rehabilitasi pasar menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya efek efisiensi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Blora.
Kabid Pasar Dindagkop dan UKM Kabupaten Blora Margo Yuwono mengatakan, alokasi anggaran rehab Pasar Tradisional di Blora pada 2026, hanya Rp 600 juta. Padahal, pihaknya sempat mengusulkan Rp 1,4 miliar untuk 14 Pasar Tradisional di Blora
“Usulan itu estimasi saya setiap Pasar mendapatkan anggaran rehab Rp 100 juta.
Namun hanya disetujui Rp 600 juta,” ucapnya.
Margo menambahkan, untuk rehab pasar di 2026 dianggarkan Rp 600 juta, terdiri dari dua kegiatan. Yaitu rehab untuk pasar yang di UPT wilayah 1 dan di UPT wilayah 2.
“Jadi Rp 300 jutaan,” katanya.
Pihaknya menjelaskan, UPT wilayah 1 itu Blora dan sekitarnya, seperti Pasar Sidomakmur Blora, Jepon, Banjarejo. Terus UPT wilayah 2, seperti Jepon, Randublatung, Cepu, Doplang, dan sekitarnya.
“Anggaran rehab pasar itu terjadi penurunan jika dibandingkan dengan sebelumnya. Pada 2025, anggaran rehab pasar Rp 800 juta,” ujarnya.
Margo menyampaikan anggaran rehab pasar 2026, sebesar Rp 600 juta ini, nantinya akan dioptimalkan untuk perbaikan talang dan drainase pasar.
“Anggaran yang ada ini nanti lebih banyak untuk penanganan perbaikan talang dan drainase. Karena rata-rata banyak yang rusak,” ucapnya.
“Ada beberapa pasar yang kalau hujan itu masih menggenang gitu. Genangannya masih agak lama gitu sehingga kita perlu penataan drainase. Contohnya di wilayah Cepu di Wulung itu," imbuhnya.
Margo menyampaikan anggaran yang ada belum cukup untuk melakukan perbaikan 14 pasar di Blora. Ia berharap di perubahan ada tambahan anggaran lagi.
“Kan kemarin kita masih bingung untuk penyusunan anggaran itu ya kita mengikuti arahan mawon. Karena kita memahami memang TKD kita turun. Harapannya mudah-mudahan nanti di perubahan ada perhatian lagi," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, pada 2025 kemarin, sektor pasar mampu menyumbang sebanyak Rp 7,7 miliar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blora. Namun anggaran rehab pasar hanya mendapat kucuran sedikit. (ari)
Editor : Zainal Abidin RK