BLORA - Manfaatkan lahan terbatas, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora bekali warga binaan lewat program ketahanan pangan. Warga binaan diajari dan secara langsung praktik menanam berbagai tanaman pangan hingga peternakan.
Lahan yang dimanfaatkan itu berada di sekeliling Rutan. Di belakang bangunan. Tampak berbagai tanaman tumbuh subur.
Ada tanaman jagung, sawi, kangkung, singkong, pepaya, cabai. Tak hanya tanaman ada juga ternak, terdapat 70 ayam petelur hingga lele.
Kepala Rutan Kelas IIB Blora Sugito menjelaskan bahwa mereka yang dilibatkan dalam berbagai kegiatan ketahanan pangan itu warga binaan yang masa penahanan tinggal sedikit.
Minimal sudah menjalani separuh dari total masa penahanan.
"Program ketahanan pangan ini untuk membekali warga binaan," katanya.
Tujuannya agar setelah mereka bebas, punya bekal kemandirian berupa keterampilan. Sehingga bisa diterapkan di masyarakat.
"Hasilnya ini disisihkan untuk jadi premi. Setelah mereka bebas, ini akan jadi bekal dibawa pulang," bebernya.
Warga binaan yang mengikuti program ketahanan pangan bertugas menyiapkan lahan, menanam, merawat hingga proses panen.
"Ada juga peternakan. Ada ayam petelur. Sekitar 70 ekor. Sebagian sudah bertelur," tambahnya.
Telur yang dihasilkan tiap hari dijual ke vendor yang bekerjasama dengan pihak rutan. Sehingga juga berkontribusi pada kebutuhan telur di masyarakat.
Selain itu, mereka juga diberdayakan dalam bidang perikanan. Yakni dengan budidaya lele.
"Sangat bermanfaat, Alhamdulillah ada beberapa warga binaan bebas dari sini mengembangkan peternakan lele di rumah," imbuhnya. (tos)
Editor : Mahendra Aditya