BLORA – Kuota LPG subsidi untuk Kabupaten Blora turun dari tahun lalu. Penurunannya yakni 133.667 tabung.
Meski turun, pemerintah optimistis tak ada kelangkaan.
Kepala Bidang (Kabid) UPTD Metrologi Legal Dindagkop UKM Blora Indah Yuniatik menjelaskan 2026 ini kuota LPG tiga kilogram bersubsidi hanya 22.910 metric ton. Atau sekitar 7.636.666 tabung.
"Penurunannya sebanyak 133.667 tabung," katanya.
Sementara sebagai perbandingan, pada 2025 lalu, kuota untuk Blora yakni 23.311 Metric Ton. Atau setara 7.770.333 tabung.
Menurutnya penurunan tersebut hal wajar. Karena masih awal tahun. Pihaknya biasanya akan mengajukan tambahan alokasi jika dirasa kurang.
Biasanya penambahan diajukan saat jelang Natal dan akhir tahun.
Acapkali permintaan penambahan dikabulkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat.
Pihaknya menambahkan jika di Blora saat ini jumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) ada dua.
Yakni di Dukuh Medang Desa Sendangharjo dan di wilayah Kecamatan Cepu.
Baca Juga: Lantaran Blokade Tak Dibongkar Total, Warga Tunjungan Blora Terpaksa Bangun Jalan Alternatif
"Dua SPBE tersebut sementara bisa mengatasi keperluan se-kabupaten Blora," bebernya.
Dalam sehari menurutnya ada 25.200 tabung yang didistribusikan. Pendistribusian dilakukan 11 agen yang beroperasi.
"Ada sebelas agen kalau sebelumnya ada sepuluh. tambah satu dari Pak Mustopa agen baru yakni Ketua DPRD Blora," tambahnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa