Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Blora Mantap Usulkan Barongan jadi Warisan Dunia ke UNESCO

Eko Santoso • Selasa, 20 Januari 2026 | 17:33 WIB
OPTIMIS: Jajaran birokrat Pemerintah Kabupaten Blora bersama stakeholder saat rapat membahas Barongan untuk diusulkan ke UNESCO
OPTIMIS: Jajaran birokrat Pemerintah Kabupaten Blora bersama stakeholder saat rapat membahas Barongan untuk diusulkan ke UNESCO

KOTA, Radar Kudus– Pemerintah Kabupaten Blora segera mengusulkan Barongan sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO. Berbagai pihak dan stakeholder telah rapat untuk menyukseskan rencana tersebut. 

Rapat tersebut juga menghadirkan narasumber dari Tim Teknis Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen RI, Panca Waluyo, Pamong Budaya Ahli Madya pada Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta, Erna Purwaningsih, dan Dosen Seni Rupa ITB Muchisin. 

Sekda Blora, Komang Gede Irawadi akan segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tersebut, bersama dengan komunitas dan paguyuban Barong Kabupaten Blora dan dinas terkait untuk segera menyusun tim.

"Kita segera akan kita buat tim, kita mapping apa-apa saja tugas sesuai tupoksinya, kita bersama harus punya niat mewujudkan Barongan ini untuk diusulkan ke UNESCO, tapi harus kita persiapkan dengan matang sejak saat ini," terangnya.

Erna Purwaningsih menjelaskan terkait dengan pelestarian kebudayaan hingga terkait dengan norma, standar, dan prosedur dalam pengusulan ke UNESCO.

Ia mengungkapkan bahwa Barongan ini penting untuk diusulkan ke UNESCO. Harapannya Barongan tersebut dapat mengangkat nama Indonesia dan go internasional. Terlebih, Barongan Blora telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kemendikbud RI, pada tahun 2017 lalu.

"Ini sangat relevan bahwa dengan rencana Barongan ini diusulkan ke UNESCO, yang pertama ini sudah kita lindungi, bahwa ini wujud perlindungan kita terhadap budaya yang kita miliki, jadi dengan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2017 ini menjadi salah satu syarat untuk bisa diusulkan,” terang Erna.

Muchisin pada kesempatan tersebut juga menjelaskan terkait dengan hasil risetnya mengenai sejarah hingga perkembangan Barongan.

Pihaknya juga mengungkapkan meski barongan tidak hanya ada di Blora tetapi di Kabupaten Blora ini perkembangan Barongan sangat besar dibanding daerah lain. Sehingga Blora dipandang bisa menginisiasi dalam mengajukan usulan ini ke UNESCO.

“Dibanding daerah-daerah lain, di Blora itu perkembangannya sangat luar biasa bahkan sampai pelosok-pelosok daerah bahkan kecamatan, kelurahan itu ada, produsennya juga ada, dan ini menurut saya juga layak dan bisa diajukan,” terang Muchisin.

Ia juga mengungkap di situs pegunungan kendeng yang terletak di antara wilayah Blora-Rembang, terdapat suatu arca/patung batu yang berbentuk kepala totem singa.

“Disitu ada patung-patung kepala totem diantaranya itu singa atau barong dan bentuknya persis mirip dan saya juga analisa, artinya ini bisa jadi pusat yang paling dekat dengan perkembangan itu,” terangnya.

Dari Paguyuban Seni Barongan Kabupaten Blora, Adi Wibowo menyambut baik dan siap untuk mendukung upaya pengusulan Barongan ke UNESCO. 

"Kami mengapresiasi atas kepedulian dan perhatian dari Pemkab Blora terhadap Seni Barongan," tuturnya. (tos)

Editor : Mahendra Aditya
#unesco #barongan #blora #Barongan Blora