Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tiga Rumah Warga Sambiroto Blora Rusak Akibat Pergerakan Tanah, SDA Segera Gelar Koordinasi dengan BPBD dan BBWS

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:08 WIB

 

LONGSOR: Tiga rumah warga di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, terdampak pergerakan tanah.
LONGSOR: Tiga rumah warga di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, terdampak pergerakan tanah.

BLORA – Pergerakan tanah yang diduga dipicu oleh gerusan aliran Sungai Lusi berdampak pada tiga rumah warga di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo.

Fenomena tersebut diketahui telah berlangsung cukup lama dan hingga saat ini masih terus terjadi.

Salah satu warga, Nur, menyebut pergerakan tanah diduga dipengaruhi adanya aliran air di bawah permukaan tanah yang menyebabkan tanah tergerus dari bagian bawah.

Baca Juga: Sempat Tersendat, Gaji PPPK di Blora Sudah Cair

Menurutnya, upaya penimbunan atau pengurugan sudah dilakukan hampir setiap hari, namun kondisi tanah tidak menunjukkan perubahan berarti.

“Sudah sering ditimbun, tapi tetap saja ambles,” ungkapnya, Jumat (26/12).

Warga lainnya, Janarto, menambahkan bahwa sebelumnya sempat dilakukan pengeboran tanah hingga kedalaman sekitar 16 meter untuk mencari sumber air bersih.

Namun, air yang sempat ditemukan justru menghilang. Hal tersebut menguatkan dugaan adanya aliran air atau sungai bawah tanah di lokasi tersebut.

Janarto menjelaskan, area tanah yang terdampak berada sekitar 1,5 meter di bawah permukaan tanah.

 

Baca Juga: Tiba di Blora, Pebecak Diajari Gunakan Becak Listrik Bantuan Presiden

Panjang area yang mengalami penggerusan diperkirakan mencapai sekitar 200 meter dan lokasinya berdekatan dengan aliran Sungai Lusi.

Akibat pergerakan tanah tersebut, kondisi bangunan rumah warga mengalami kerusakan cukup serius.

Beberapa dinding rumah dilaporkan jebol sehingga harus ditutup menggunakan terpal.

Selain itu, lantai rumah retak dan pecah, bahkan pondasi serta tiang soko bagian depan dan belakang rumah dilaporkan bergeser lebih dari 20 sentimeter.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora menyatakan telah menerima informasi awal terkait kejadian tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Blora, Surat, mengatakan laporan awal sudah diterima dan langsung dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora.

Menurutnya, informasi tersebut juga telah disampaikan kepada pihak terkait lainnya sebagai bahan koordinasi lanjutan.

Baca Juga: Pascakeracunan Massal, MBG SMP N 1 Blora Dialihkan ke Dapur Alugoro

“Setelah menerima laporan, kami segera berkoordinasi dan meneruskan informasi ke BPBD serta BBWS Pemali Juana. Harapannya, lokasi ini bisa masuk dalam skala prioritas penanganan, kemungkinan pada tahun anggaran berikutnya,” jelas Surat.

Pihaknya juga mendorong pemerintah desa setempat untuk segera menyusun laporan resmi dan menyampaikannya kepada BPBD dengan tembusan ke Dinas PUPR.

Hingga saat ini, laporan resmi dari pemerintah desa masih belum diterima.

“Kami berharap pemerintah desa segera membuat laporan resmi ke BPBD dan ditembuskan ke kami, agar bisa kami kumpulkan dan koordinasikan dengan instansi terkait untuk langkah penanganan selanjutnya,” pungkasnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#sungai lusi #pergerakan tanah #blora #aliran sungai #dinas pupr