RADAR KUDUS - Petani di Desa Todanan, Kabupaten Blora, mengalami kegelisahan menjelang penghujung tahun.
Sawah yang kian memulai musim tanam padi kini menghadapi ancaman serius akibat serangan hama tikus yang dianggap lebih parah dibandingkan tahun-tahun lalu.
Hamparan ladang yang seharusnya menjadi harapan hasil panen kini dipenuhi oleh tanda-tanda kerusakan.
Tanaman padi yang baru ditanam nampak patah, rusak, bahkan hilang di sejumlah lahan sawah karena dimakan oleh hama tikus.
Meskipun tidak semuannya. Walaupun waktu panen masih beberapa bulan ke depan, kerusakan yang terjadi sejak awal penanaman telah membuat para petani cemas terhadap hasil panen yang akan datang.
Seorang petani lokal, Muhaji, menyampaikan keprihatinannya mengenai keadaan sawBaca Juga: 81.180 Warga Blora Dapat Bantuan Panganah yang dikelolanya.
Dia menyatakan bahwa serangan tikus tahun ini tergolong aneh dan telah berlangsung sejak awal periode penanaman.
"Tanaman yang baru ditanam, tetapi sudah banyak yang hancur akibat dimakan tikus." “Tahun ini sangat buruk, daripada tahun tahun sebelumnya,” kata Muhaji.
Ia menyebutkan, beberapa sektor sawah bahkan perlu ditanam kembali karena benih padi habis diserang hama.
Keadaan ini memaksa petani untuk mengeluarkan biaya tambahan, sementara hasil panen masih belum terjamin.
Beragam langkah pengendalian hama telah dilakukan secara mandiri, mulai dari penempatan perangkap hingga menjaga sawah di malam hari.
Namun, tindakan tersebut belum sepenuhnya efektif dalam mengurangi serangan tikus yang terjadi berulang kali.
Petani mengharapkan perhatian dan penanganan kolektif agar serangan hama tidak meluas lebih jauh.
Apabila keadaan ini berlanjut, dikhawatirkan kerugian bagi petani akan semakin meningkat dan berdampak pada hasil panen padi di daerah Todanan pada musim tanam kali ini. (Amelia NA)
Editor : Ali Mustofa