BLORA – Peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora berlangsung semarak dan penuh antusiasme.
Ribuan masyarakat memadati ruas jalan untuk menyaksikan Kirab Budaya Hari Jadi Blora yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora pada Sabtu (13/12).
Mengangkat tema “Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur”, kirab budaya ini menjadi wadah pertemuan nilai sejarah, seni budaya, serta kebersamaan lintas generasi.
Baca Juga: Berbagi Peran, Dua Saudara Kandung di Blora Dibekuk Polisi Usai Curi Motor di Parkiran Klinik
Prosesi kirab dimulai dari halaman Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora dan dilepas langsung oleh Bupati Blora.
Bupati Blora Arief Rohman bersama Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Wakil Bupati Sri Setyorini beserta suami, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat turut berjalan bersama dalam iring-iringan kirab.
Sebelum rombongan bergerak menyusuri rute yang telah ditetapkan, acara diawali dengan doa bersama dan pembacaan laporan Suba Manggala oleh Affriansyah Salfa Saputra dari Inspektorat Kabupaten Blora.
Puluhan elemen ikut ambil bagian dalam kirab tersebut.
Mulai dari kendaraan pengawal, pembawa Bendera Merah Putih dan lambang daerah, rombongan kepala daerah, Forkopimda, anggota DPRD, Duta Wisata.
Manggala Retno, Prajurit Jemparing Langit, Manggala Yuda, Prajurit Tetabuhan, hingga Prajurit Semut Ireng yang membawa gunungan sebagai simbol kemakmuran.
Dengan mengenakan busana adat Jawa gaya Solo Basahan yang dimodifikasi bernuansa muslim, Bupati Blora dan istri tampak menyatu bersama peserta kirab lainnya.
Iring-iringan kirab menempuh rute Jalan Pemuda – Jalan Ahmad Yani dan berakhir di panggung kehormatan yang berada di depan Kantor DPRD Kabupaten Blora.
Sepanjang perjalanan, rombongan disambut sorak dan antusiasme warga yang memadati tepi jalan.
Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kirab budaya tersebut.
Baca Juga: Pengguna KA dari Blora Meningkat, 941 Wisatawan Asing Pilih Naik Kereta Api
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sebatas seremoni peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi sarana nguri-uri atau melestarikan seni dan budaya khas Blora.
“Selain memeriahkan hari jadi, kirab ini menjadi ajang memperkenalkan kekayaan seni budaya Blora. Banyak seniman yang tampil, kesenian daerah kita bisa ditampilkan ke masyarakat luas," tutur Arief Rohman.
"Generasi muda pun semakin mengenal budayanya. Kebersamaan seperti ini harus terus kita rawat agar masyarakat Blora semakin cinta dan bangga terhadap daerahnya. Mari kita Nyawiji mBangun Blora, Akur Makmur Misuwur,” lanjutnya.
Secara khusus, bupati juga memberikan penghargaan kepada petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora yang sigap membersihkan sepanjang jalur kirab tepat di belakang rombongan terakhir tanpa menunggu kegiatan selesai.
Bahkan, para petugas yang dikenal sebagai “pasukan hijau” tersebut diajak berfoto bersama di depan panggung kehormatan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. (ari)