BLORA – Jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api dari stasiun-stasiun di Kabupaten Blora menunjukkan tren kenaikan.
Sepanjang tahun ini, tercatat sebanyak 941 wisatawan asing memanfaatkan transportasi kereta api, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Data periode Januari hingga November 2025 mencatat 941 penumpang wisatawan asing berangkat dari Blora menggunakan kereta api.
Baca Juga: Bupati Blora Dapat Ketan dan Krupuk, Ajak Warga Nyawiji Mbangun Blora di HUT Blora ke-276
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 879 orang, atau naik sekitar tujuh persen.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa peningkatan ini menandakan kereta api semakin diminati wisatawan asing.
Menurutnya, moda transportasi ini dipilih karena dinilai aman, nyaman, serta mampu memberikan pengalaman perjalanan lokal yang lebih autentik.
Ia menambahkan, data tersebut merupakan akumulasi keberangkatan wisatawan asing dari empat stasiun yang berada di wilayah Kabupaten Blora, yakni Stasiun Cepu, Randublatung, Wadu, dan Doplang.
“Jumlah wisatawan mancanegara yang berangkat dari stasiun-stasiun di Kabupaten Blora tergolong cukup signifikan,” ujarnya.
Adapun rinciannya, Stasiun Cepu menjadi penyumbang terbanyak dengan 772 penumpang.
Disusul Stasiun Randublatung sebanyak 153 penumpang, sementara Stasiun Wadu dan Stasiun Doplang masing-masing melayani delapan penumpang wisatawan asing.
Luqman menuturkan, meningkatnya minat wisatawan asing menggunakan kereta api memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran wisatawan turut menggerakkan roda perekonomian lokal, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sekitar stasiun.
“Ini membuka peluang bagi UMKM di kawasan stasiun. Kereta api menawarkan pengalaman perjalanan yang ramah dan inklusif, sehingga wisatawan merasa lebih dekat dengan budaya Indonesia,” jelasnya.
Ke depan, KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat integrasi antarmoda.
Langkah tersebut dilakukan agar transportasi kereta api semakin terhubung dengan ekosistem pariwisata nasional.
“Kami optimistis kereta api akan terus menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Luqman. (tos)