BLORA – Hingga Kamis (11/12) pukul 16.00 baru dua korban tenggelam di Sungai Lusi ditemukan. Mereka sudah meninggal. Kini tersisa tiga yang masih dicari.
Diberitakan sebelumnya, 8 santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Ma'un tenggelam di Sungai Lusi. Tepatnya di wilayah Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Kota.
Dari jumlah tersebut, tiga anak selamat. Sementara lima lainnya tenggelam. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Blora, kepolisian, TNI dan warga terus mencari.
Pukul 13.00 satu dari lima korban tenggelam itu ditemukan. Penemuan itu sekitar 20 meter dari titik kejadian.
Kemudian sekitar pukul 14.00 satu korban kembali ditemukan. Berjarak 600 meter dari lokasi kejadian.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menjelaskan hingga sore 15.32. Ada dua korban diketemukan. Keduanya meninggal.
"Dua korban meninggal. Semoga keluarga sabar dan diberi ketabahan, semoga Husnul khatimah," katanya.
Menurutnya saat ini tim gabungan dari Polres, BPBD, TNI, Basarnas dan warga masih terus melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang Sungai Lusi. Sebab ada tiga korban yang belum diketemukan.
"Sisa 3 yang belum diketemukan. Ini tahap penyisiran dan pencarian," katanya.
Dari Polres Blora menerjunkan 70 personil. Bergabung dengan tim gabungan. Mereka dibagi ke empat titik lokasi pencarian.
"Baik secara manual, jaring, sarana prasarana yang dimiliki masing-masing instansi," imbuhnya.
Selain itu tim gabungan juga membentuk posko gabungan. Tepatnya di Bendungan Dluwangan.
Secara keseluruhan, delapan korban itu merupakan warga Kabupaten Blora dari beberapa kecamatan yang bersekolah dan mondok di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Ma'un. (tos)
Editor : Mahendra Aditya