BLORA - Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora mencatat realisasi serapan anggaran 2025 hingga 30 November baru tercapai 75 persen.
Serapan anggaran belanja tertinggi di Satpol PP Blora dan terendah PUPR Blora.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora Bawa Dwi Raharja mengatakan, data per 30 November itu capaian realisasi dari APBD 2025 Rp 2,6 triliun.
Penyerapan anggaran sampai dengan sekitar 75 persen, dari total APBD Rp 2,6 triliun.
“Kami menargetkan hingga akhir Desember 2025, serapan anggaran bisa di atas 95 persen atau semoga bisa mencapai 97 persen serapannya. Kurang lebih sama dengan tahun yang lalu," terangnya.
Pihaknya optimis, dapat menyentuh target serapan anggaran di atas 95 persen di akhir tahun 2025.
Untuk kendala dalam penyerapan anggaran, menurutmya tidak ada.
“Yang jelas ini kan masih banyak pekerjaan-pekerjaan fisik yang mungkin masih proses ya. Kami menunggu itu terutama dari pekerjaan dari dinas PUPR. Yang mana dari pinjaman daerah saja sekitar Rp 200 miliar, baru kita cairkan uang muka 30 persen,"ujarnya.
Bawa berharap akhir tahun pada 15 Desember pekerjaan selesai semua. Kemudian pengajuan di tahap 2 itu bisa menyerap untuk mengejar angka 90 persen.
“Untuk penyerapan belanja paling tinggi itu di Satpol PP sekitar 90 persen dan paling bawah ada DPUPR sekitar 30 persen,” katanya.
Menurutnya, pengerjaan proyek-proyek fisik dari DPUPR Blora itu, bisa mendongkrak realisasi penyerapan anggaran.
“Kami juga telah menyurati masing-masing Operasi Perangkat Daerah (OPD) untuk
mengoptimalkan serapan anggaran yang ada. Kalau kami selalu mengingatkan OPD, kita sudah bersurat kepada semua OPD terkait dengan hal-hal yang harus dilakukan OPD terkait dengan penyerapan anggaran di akhir tahun ini, agar bisa dimaksimalkan oleh OPD hal-hal yang sudah kita sampaikan," paparnya. (ari)