BLORA - Dinas Kesehatan Kabupaten Blora mencatat sebanyak 98 kasus
kematian bayi di Kabupaten Blora sejak Januari hingga Desember 2025.
Penyebab kematian bayi akibat ibu tidak layak hamil dan berat bayi lahir rendah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Diah Pusparini mengatakan, angka kasus kematian bayi di Kabupaten Blora masih banyak.
Kematian bayi mencapai 98 kasus. Angka itu mengalami penurunan daripada kasus
kematian ibu dan bayi pada 2024.
“Mengalami penurunan angka kematian bayi pada 2025 ini. Tahun 2024, angka kematian bayi 144 kasus,” ujarnya.
Diah menyampaikan, untuk kematian bayi itu paling banyak diakibatkan oleh berat bayi lahir rendah (BBLR) hampir 50 persen.
Bayi kecil itu penyebabnya sang ibu tidak layak hamil atau mengidap kondisi anemia, kurang gizi, dan penyakit lain.
“Upaya yang terus kami lakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi itu mulai dari peningkatan SDM, memenuhi spesialis obgyn di setiap klinik dan puskesmas. Memenuhi sarpras di 26 puskesmas yang ada, sudah ada usg dan tidak perlu ke rumah sakit,” tuturnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa