Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hasil Lab Keluar, Ini Penyebab Ratusan Siswa SMP di Blora Keracunan Usai Menyantap Menu MBG

Arif Fakhrian Khalim • Selasa, 9 Desember 2025 | 04:14 WIB
KERACUNAN: Siswa SMPN 1 Blora datang ke RS DKT Blora untukperiksa kesehatan setelah mengalami mual dan sakit perut paska menyantap MBG pada Selasa (25/11) lalu.
KERACUNAN: Siswa SMPN 1 Blora datang ke RS DKT Blora untukperiksa kesehatan setelah mengalami mual dan sakit perut paska menyantap MBG pada Selasa (25/11) lalu.

BLORAHasil laboratorium sampel makanan yang diduga menjadi penyebab 444 siswa keracunan di SMP Negeri 1 Blora, Smp Kristen Blora dan SMP Katolik Blora sudah keluar.

Dari hasil sampel makanan yang didistribusikan SPPG Karangjati 1 pada Selasa (25/11) tenyata mengandung bakteri E coli.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Nur Betsia Bertawati mengatakan, hasil laboratorium dari sampel makanan yang dikirim itu sudah keluar hasilnya pada Kamis (4/12).

Baca Juga: MANTAP! Semua Sekolah SD dan SMP di Blora Dapat Smart Board IFP, PAUD Sebagian

Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan jenis bakteri eschericia coli (E coli) pada makanan dan air saat pengolahan.

“Hasil laboratorium bakterologis air dan makanan itu menunjukkan ada keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri E coli yang terkandung dalam makanan ayam, sayur pakcoy wortel, dan buah melon," ujarnya.

"Kemungkinan keracunan makanan ini diakibatkan oleh pengolahan makanan yang tidak sempurna dan masih memungkinkan bakteri untuk tetap hidup dan berkembang di dalam makanan,” jelasnya.

Pihaknya menyampaikan, bakteri E coli itu yang menyebabkan sebanyak 810 siswa yang makan, hanya 444 siswa mengalami gejala sakit perut, diare, mual, muntah, demam dan pusing.

Untuk jumpah siswa yang dirawat di rumah sakit sebanyak 5 orang.

Empat di Rumkitban dan 1 RSUD Blora, sebanyak117 rawat jalan dan 322 siswa gejala tanpa perawatan.

Baca Juga: Sebelum Tutup Usia, Ayah Pratama Arhan sempat Dirawat dan Dipasang Alat Bantu Pernapasan di RSUD Blora

“Bakteri E coli kalau dalam jumlah batas normal itu bakteri yang baik. Sedangkan jika melebihi batas dia akan mengeluarkan racun yang bisa mengakibatkan sakit," ujarnya.

"Ditemukan juga air tower yang digunakan untuk mencuci dan memasak itu mengandung e coli,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku, dapur SPPG Karangjati 1 masih tutup sejak ada kejadian keracunan.

Tugas dinas kesehatan hanya terbatas dalam penyelidikan epidemologi keracunan makanan. 

“Hasilnya sudah kami laporkan ke tim satgas MBG kabupaten dan korwil SPPG untuk selanjutnya hasil nanti akan dilaporkan ke BGN,” katanya.

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan #bakteri e coli #Mbg #keracunan #siswa #blora