BLORA - Kejadian dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Blora mengejutkan banyak pihak.
Agar seimbang, DPRD Blora menyarankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah untuk diberikan sanksi.
Hal itu ditegaskan salah satu Ketua Komisi D DPRD Blora Subroto menyatakan prihatin atas insiden keracunan yang diduga berasal dari Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta kepada satgas program MBG untuk memberikan sanksi atau teguran kepada SPPG yang bermasalah.
“Kami mengkhawatirkan ini tadi laporan yang kami terima dari SPPG Larasati, apakah SPPG tersebut tidak mendapatkan sanksi atau semacam teguran. Apakah mungkin sanksi semacam pembayaran untuk periode yang bermasalah tidak dibayarkan,” ungkapnya.
Baca Juga: 953 Porsi MBG Dikembalikan ke SPPG Karangjati 1 Imbas Keracunan
Hal itu ditujukan sebagai efek jera untuk SPPG tersebut. Karena menyangkut nyawa orang dan masa depan anak-anak.
“Kedepannya kami hanya bisa mengimbau saja paling tidak kalau ada SPPG yang bisa dikatakan merugikan anak dan beresiko ya harus ada sanksi pada periode tersebut tidak dibayarkan oleh akuntan. Saran saya harus ada sanksi,” katanya.
Saat ditanya terkait pemanggilan tim satgas MBG Blora, ia mengaku akan berencana rapat dan duduk bersama dengan Wakil Bupati selaku ketua satgas percepatan MBG.
“Kami mengupayakan untuk rapat bersama dan menyelesaikan secara bersama-sama. Kami mengupayakan untuk kejadian seperti ini tidak bisa diulanh kembali,” tuturnya.(ari)
Editor : Mahendra Aditya