BLORA – Menyikapi kasus keracunan massal akibat MBG di SMP N 1 Blora, Ketua Satgas MBG yang juga wakil Bupati Blora Sri Setyorini turut prihatin.
Pihaknya langsung memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat.
Sri Setyorini menyebut tim satgas langsung turun tangan. Menyelidiki penyebab kejadian.
Budhe Rini sapaan akrabnya, setelah mendapat kabar adanya dugaan keracunan pihaknya langsung melakukan pengecekan ke dapur terkait yang melayani MBG tersebut.
"Hari ini kita langsung pengecekan total sampai ke air-airnya. Kita selidiki dulu nanti hasilnya seperti apa," ucapnya.
Langkah selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Satgas MBG. Kasus dugaan keracunan di Blora ini nantinya akan dilaporkan ke BGN.
"Kita akan koordinasikan dengan Dandim, dengan Korwil (Koordinator Wilayah BGN Blora, red) nanti hasilnya seperti apa. Langkah selanjutnya kita akan putuskan bersama. Kita akan lapor ke BGN," ucap Budhe Rini.
Diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) 204 siswa SMP N 1 Blora alami sakit. Mereka mual, diare, pusing hingga sebagian dilarikan ke rumah sakit.
Rabu (26/11) tampak sejumlah siswa SMP N 1 terbaring di RS DKT Blora yang jaraknya tidak jauh dari lokasi sekolah.
Salah satu guru SMP N 1 Blora Wahyu Yuli menjelaskan para siswa mengalami diare pada Selasa (25/11) malam.
Sehingga diduga itu akibat menu MBG pada hari Selasa.
"Hari ini sebagian anak sudah masuk dan baik. Sementara yang dirawat di RS DKT ada 20 anak," katanya.
Ia menjelaskan total anak yang alami keluhan seperti diare ada 198 anak kemudian ditambah 6. Sehingga total ada 204 anak.
"Dari total siswa 955 anak," imbuhnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa