BLORA – Lapak thrifting di Kabupaten Blora tetap terselenggara, meski belakangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sentimen terhadap bisnis tersebut lantaran banyak barang ilegal impor yang acapkali diperdagangkan.
Menteri Keuangan tersebut menilai bisnis tersebut menjadi hilir dari peredaran barang ilegal.
Terlebih juga dinilai mematikan bisnis sandang dalam negeri. Sehingga ia berencana membersihkan.
Menurutnya antusias masyarakat memang berbeda. Di awal tahun terbilang ramai. Namun belakangan ada penurunan.
"Sekarang banyak yang bikin acara serupa dari paguyuban lain. Seperti kemarin beberapa waktu lalu di Blok T, itu bukan dari kita," tuturnya.
Saat melapak itu ada berbagai jenis barang. Seperti baju, kaos, celana, sepatu hingga aksesoris.
"Harga mulai dari 10 ribu, 35 ribu, 25 ribu. Kalau sepatu ratusan. Tergantung barangnya," bebernya.
Untuk menarik minat pembeli setiap pembelian di atas Rp 50 ribu, konsumen dapat kupon. Kupon itu akan diundi di hari terakhir.
"Ada hadiah barang-barang elektronik," terangnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa