Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tiga RSUD Milik Pemkab Blora Sumbang Pendapatan Rp 157 Miliar

Arif Fakhrian Khalim • Rabu, 5 November 2025 | 14:00 WIB

 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Nur Betsia Bertawati
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Nur Betsia Bertawati

BLORA - Tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Blora mampu menyumbang Rp 157 miliar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dinas Kesehatan Kabupaten Blora mendorong RSUD  untuk melakukan inovasi dan peningkatan layanan kesehatan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Nur Betsia Bertawati mengatakan, untuk RSUD dr R Soetijono Blora, RSUD dr R Soeprapto Cepu dan RSUD Samin Surosentiko Randublatung sudah hampir menyentuh target PAD.

Baca Juga: Keren! Warga Binaan Rutan Blora Sukses Beternak Ayam Petelur Pascarehabilitasi

Untuk target PAD RSUD dr R Soetijono Blora yakni Rp 110 miliar, sedangkan untuk realisasi Oktober sudah 86 persen atau sekitar Rp 94 miliar.

“Target PAD RSUD dr R Soeprapto Cepu sebanyak Rp 67 miliar dan terealisasi sekitar 89 persen atau Rp 59 miliar. Sedangkan target PAD RSUD Samin Surosentiko Randublatung itu Rp 5 miliar dan realisasi 80 persen atau sekitar Rp 4 miliar,” jelasnya.

Ia menyampaikan, untuk pendapatan yang didapat rumah sakit berasal dari pelayanan pasien baik pasien umum, pasien BPJS kesehatan dan pasien jasa raharja.

Pihaknya berharap semua RSUD meningkatkan pelayanan kepada pasien dengan baik.

“Pelayanan soft skill dan respon cepat pada pasien ini harus ditingkatkan agar memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk pelayanan di tiga RSUD. Tujuannya agar tidak dirujuk pada rumah sakit lain di luar kabupaten Blora,” ungkapnya.

Betsia menjelaskan, untuk RSUD di Blora dan Cepu sudah tipe C dan khusus Blora masih proses pemenuhan pelayanan penyakit jantung, urologi, stroke dan ginjal.

Sedangkan untuk RSUD Randublatung masih tipe D dan masih perlu dorongan perbaikan sarpras serta dokter spesialis.

“Untuk pendapatan dari tiga rumah sakit itu sudah terbentuk BLUD, namun pencatatan masih harus dilaporkan ke Pemkab Blora. Dengan adanya BLUD ini, tiga rumah sakit memiliki fleksibilitas untuk mengelola keuangan,” tuturnya. (ari)

Editor : Mahendra Aditya
#blora #pendapatan daerah