BLORA – Lukisan para pelajar di Blora dipamerkan. Ada 36 karya seni rupa dari 12 pelajar yang menghiasi gedung Blora Creative Space (BCS). Para pelajar itu berasal dari PAUD, SD, hingga SMA.
Pameran Lukisan itu bertajuk puisi warna. Diselenggarakan mulai 5-9 November.
Inisiator pameran Pungky Aji Sulistyo menjelaskan mereka yang mengikuti pameran ini berasal dari kelompok Sinau Lukis Tirtonadi.
Kelompok belajar itu biasanya mengadakan pertemuan seminggu sekali. Diikuti pelajar dari berbagai kalangan. Yakni tiap hari Minggu di Tirtonadi dengan Pungky sebagai guru.
"Dalam pemaknaan kami melukis itu seperti membuat puisi mengungkapkan pengalaman, pikiran, angan, mimik. Sehingga bentuk bukan yang utama," jelasnya.
Pihaknya juga memberikan kebebasan cara berpikir, imajinasi dan kreativitas para pelajar.
Sehingga tidak terpaku bahwa lukisan yang dihasilkan anak-anak mesti gunung, jalan, dan sawah.
"Kami juga ingin menggugurkan pendapat bahwa mewarnai itu melukis," imbuhnya.
Pihaknya menerangkan dalam pameran itu ada 36 karya. Yang dihasilkan dari 12 peserta yang biasa mengikuti kelas melukis. Ditambah dengan 1 karya instalasi.
"Memang mereka berasal dari berbagai kelas. Ada PAUD, TK, SD, hingga SMA. Namun kami tak memandang itu. Jadi di lukisan ini hanya dikasih nama tanpa umur. Agar orang masuk sini melihat ini sebagai karya. Bukan melihat siapa yang membuat dan berapa umurnya," tambahnya.
Kegiatan ini menjadi pewarna dalam khazanah seni rupa di Blora. Ia pun mencontohkan ada anak berkebutuhan khusus (ABK) yang juga ikut memamerkan karya.
"Dari ABK ada 4 atau 5 orang. Dan saya justru belajar dari mereka.Ternyata mimpinya lebih tinggi. Imajinasi kuat," tambahnya.
Selain pameran lukisan pada Minggu 9 November nanti juga ada lomba melukis yang diperuntukkan untuk keluarga. Jadi harus diikuti keluarga secara lengkap, ayah, ibu dan anak.
"Jadi nanti kita tidak fokus pada bentuk, justru yang terpenting nanti bisa melihat satu keluarga berkesenian dengan kasih dan harmonis," imbuhnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa