Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rugi Ratusan Juta Tak Dapat Kompensasi, Dua Tahun Dagang Di Pinggir Jalan

Eko Santoso • Rabu, 15 Oktober 2025 | 19:22 WIB
PASRAH: Hartini (paling kanan) jualan pakaian di pinggir jalan sejak dua tahun belakangan lantaran Pasar Ngawen terbakar.
PASRAH: Hartini (paling kanan) jualan pakaian di pinggir jalan sejak dua tahun belakangan lantaran Pasar Ngawen terbakar.

BLORA – Rugi ratusan juta, akibat kebakaran dua tahun lalu, pedagang pasar Ngawen hingga kini tak dapat kompensasi.

Parahnya, para pedagang terpaksa berjualan di pinggir-pinggir jalan. 

Seorang pedagang Hartini menyebut turut senang dengan kabar pembangunan Pasar Ngawen yang segera dilakukan.

Namun itu tak lantas menghapus kerugian ratusan juta yang dia alami. Pun begitu dengan ratusan pedagang lainnya. 

"Sampai saat ini gak dapat kompensasi. Sepeser pun," jelasnya. 

Saat kebakaran Pasar Ngawen 2 tahun lalu itu, kerugian yang dia alami ratusan juta. Sebab ia memiliki dua kios yang dipenuhi barang dagangan pakaian. 

"Waktu itu mau lebaran, jadi nyetok barang banyak. Utang dulu, hanya bayar uang muka ke sales," ujarnya. 

Ironisnya utang itu harus tetap dibayar sampai saat ini. Sehingga hal itu membebani kehidupannya. 

Namun ia tak putus asa. Tetap berjualan tiap hari. Dua tahun belakangan saat pasar tak kunjung dibangun, ia berjualan ngemper di pinggir jalan. 

"Ya gak nyaman mas. Panas, kadang tersenggol kendaraan. Cuma ya bisanya begini," tuturnya. 

Ratusan pedagang lain juga bernasib sama. Berjualan di pinggir-pinggir jalan. Ada juga yang ngemper di depan rumah warga. Bahkan sampai menyewa. 

"Ada yang dua juta, tiga juta. Kalau saya gak kuat. Jadi ya begini aja di pinggir jalan," imbuhnya. 

Selama dua tahun ini ia hanya mendapatkan bantuan beras 5 kilogram selama tiga kali. Sementara kompensasi atas kerugian barang dagangan tak ada. 

"Sama sekali gak ada kompensasi kerugian. Kami masih punya utang barang dagangan yang kebakaran itu. Sampai sekarang," bebernya.

Beruntung selama dua tahun ini tak ada retribusi yang harus dibayarkan. Sehingga ia tak memiliki beban berlebih. 

Hartini yang sudah 35 tahun berjualan di Pasar Ngawen berharap ke depan pemerintah tak sekedar membangun bangunan pasar tetapi juga memikirkan nasib pedagang. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#kebakaran #pembangunan #pasar ngawen blora #pedagang