Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lomba Menulis Pegon pada Peringatan Hari Santri 2025 di Blora, Peneguhan Tradisi dan Pengetahuan Pesantren di Masyarakat Masa Kini

Eko Santoso • Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:22 WIB
SEJARAH: Dokumen sejarah foto Harlah NU ke 40 di Blora
SEJARAH: Dokumen sejarah foto Harlah NU ke 40 di Blora

BLORA – Lomba menulis pegon jadi simbol peneguhan tradisi dan pengetahuan pesantren pada peringatan Hari Santri 2025 di Kabupaten Blora.

Kegiatan itu menjadi satu dari serangkaian acara yang bakal digelar. 

Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Blora Dalhar Muhammadun menyebut peringatan Hari Santri 2025 di Blora melibatkan berbagai pihak.

Diikuti PCNU serta Banom-banom NU, hingga organisasi kemahasiswaan PMII dan masyarakat secara luas. 

Dalam serangkaian acara itu direncanakan akan dimulai pada 17 Oktober hingga 25 Oktober. Di dalamnya ada berbagai kegiatan. 

Di antaranya seperti ziarah makam para pendiri NU di Blora, bersholawat, pameran foto, lomba menulis Pegon, pentas kesenian, diskusi dan sarasehan, apel hari santri, donor darah, sunatan massal.

Untuk lomba fotografi, lomba menulis Pegon dan pementasan kesenian menjadi agenda yang pertama kali dilaksanakan dalam serangkaian peringatan Hari Santri. 

"Terkait Lomba Menulis Pegon, alasannya bahwa pegon adalah infrastruktur pengetahuan di pesantren dan Jawa tempo dulu. Kita ingin menunjukkan bahwa itu masih terjaga terutama di pesantren dan masyarakat santri," ujarnya. 

Lomba tersebut terbuka untuk semua kalangan. Dari santri, pelajar, mahasiswa dan umum.

Diselenggarakan pada Senin 20 Oktober. Dimulai pukul 09.00-12.00. Di gedung Blora Creative Space (BCS). 

Dalam lomba tersebut peserta akan menyalin naskah pidato KH Muhammad Idris di Masjid Jami' Blora pada 12 Juli 1929 dari teks latin ke aksara Pegon.

Sementara pada lomba fotografi, mengangkat perjalanan dan penelusuran jejak Islam dan pesantren di Blora. Sebagai bagian dari Historiografi NU Blora. 

"Sebagai upaya terdekat, merekam, mengingat peristiwa dan waktu dalam cerita manusia dalam khazanah budaya dan intelektualitas keislaman di Blora," tambahnya. 

Terkait pementasan kesenian terdiri dari beberapa hal. Menampilkan sholawatan kentrung, sholawatan jedoran, sholawatan gamelan, hingga sholawatan siter. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#Lesbumi NU #hari santri #blora