Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sungguh Mulia! Pemkab Blora Bantu "Nyangoni" Anak Yatim-piatu dengan Gerakan Sedekah Subuh

Eko Santoso • Kamis, 18 September 2025 | 16:54 WIB
INOVATIF: Umplung yang digunakan untuk Gerakan Sedekah Subuh yang digagas pemerintah kabupaten Blora untuk membantu kebutuhan anak-anak yatim piatu.
INOVATIF: Umplung yang digunakan untuk Gerakan Sedekah Subuh yang digagas pemerintah kabupaten Blora untuk membantu kebutuhan anak-anak yatim piatu.

BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora lewat gerakan sedekah subuh (Gastra), tunjukkan kepedulian kepada anak-anak yatim piatu.

Lewat gerakan itu ASN di Blora diajak bersedekah yang hasilnya untuk memberikan uang saku bagi anak-anak yatim piatu. 

Ketua Baznas Kabupaten Blora Sutaat menyampaikan bahwa kegiatan sedekah subuh ini bisa dilakukan setiap hari saat ASN muslim selesai melaksanakan sholat subuh.

Dengan memasukkan uang ke dalam kaleng “umplung” sedekah subuh yang disediakan, sifatnya sukarela.

“Infaq dan sedekah subuh ini sifatnya sukarela, di luar dari zakat yang setiap bulan dipotong langsung dari gaji ASN. Fungsinya untuk apa? Untuk membantu anak anak yatim piatu yang ada di Kabupaten Blora, dan kegiatan sosial keagamaan. Utamanya anak yatim piatu yang masih tinggal di rumah, non panti asuhan. Kalau panti asuhan kan sudah ada lembaga yang menaunginya,” ucapnya.

Ia lantas mencontohkan pada saat launching kegiatan Sedekah Subuh Gastra di Rumah Dinas Bupati 3 Agustus 2025 lalu.

Ada 30 anak yatim piatu yang dihadirkan Dinas Pendidikan, untuk menerima santunan masing-masing anak Rp 300 ribu dari pengumpulan sedekah subuh yang diikuti Bupati, Forkopimda dan para Kepala OPD.

“Kami membayangkan, kalau setiap bulan anak anak yatim piatu ini dapat santunan Rp 300 ribu. Bisa dihitung dibagi per harinya dapat uang saku Rp 10 ribu. Katakanlah Rp 5000 untuk uang saku sekolah, sisanya Rp 5000 untuk uang saku madrasah ngaji sore. Ini akan sangat membantu,” lanjut Sutaat.

Jadi, menurutnya nanti Baznas akan membagikan umplung kepada seluruh UPZ di setiap OPD dan lembaga pemerintahan.

Nantinya umplung tersebut akan dibagikan satu per satu ke seluruh ASN di masing-masing kantor, dan akan disetorkan sebulan sekali oleh UPZ ke Baznas.

“Kami sudah menyediakan 8000 kaleng “umplung” untuk dibagikan di tahap pertama. Nanti akan dikirimkan ke OPD masing-masing. Kita akan minta data jumlah ASN dari setiap UPZ terlebih dahulu,” lanjutnya.

Menurutnya, sedekah subuh ini banyak manfaatnya. Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga untuk membersihkan harta, mendatangkan keberkahan rezeki, menolak bala dan musibah, serta membantu sesama yang membutuhkan. 

Wakil Ketua Baznas Blora Bidang Pengumpulan ZIS, Widodo, menyatakan bahwa teknis lebih lanjut akan disampaikan melalui grup WA UPZ se Kabupaten Blora.

Diharapkan program ini bisa mulai dijalankan pada bulan Oktober nanti. 

"Kita ada sosialisasi, setelah itu masing-masing UPZ yang hadir membawa pulang sample kaleng “umplung” sedekah subuh. 

Soni Supriyanto mewakili UPZ dari Kecamatan Cepu, mengucapkan terimakasih kepada Baznas Kabupaten Blora yang telah banyak membantu warga masyarakat di wilayahnya.

Pihaknya mengaku siap untuk mendukung pelaksanaan sedekah subuh ini.

“Terimakasih kepada Baznas yang telah banyak membantu warga Cepu. Kami siap menyukseskan kegiatan sedekah subuh ini. Selanjutnya kami minta agar petunjuk teknisnya bisa segera dibagikan dan kami sosialisasikan kepada ASN di lingkungan kami,” ucap Soni Supriyanto. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#yatim #asn #pemkab blora #sedekah