BLORA - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Blora terus mengintensifkan upaya
pengendalian harga barang kebutuhan pokok di wilayah setempat demi menjaga laju
inflasi. Blora menargetkan tingkat inflasi daerah sebesar 2,5 persen.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Blora Puji
Ariyanto mengatakan, untuk inflasi pada 2024 itu Blora sempat mencapai 1,54 persen.
Sedangkan untuk angka per September 2025 untuk skala nasional itu 2,31 persen.
“Inflasi di Blora ini biasanya terjadi saat event khusus, diantaranya natal, Idul Fitri dan tahun
baru. Dalam mencegah inflasi terjadi, kami melakukan operasi pasar atau memberikan subsidi
kepada setiap bahan pokok yang harganya sedang naik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk memastikan batasan angka inflasi di Blora itu mengikuti acuan dari
Kabupaten Rembang yang hanya 1,54 persen. Pasalnya, dari hasil topografi dan geografi antara
Blora dan Rembang saling ada kemiripan.
“Kami juga pernah menekan angka inflasi dengan menggandeng BUMD untuk memberikan
subsidi sebesar Rp 3.000 untuk bahan pokok minyak, telur dan beras. BUMD memberikan subsidi
atas arahan tim pengendali inflasi daerah untun mengendalikan harga di pasaran,” ungkapnya.
Puji menyampaikan, untuk pengendalian inflasi itu setiap Senin terus dilakukan pemantauan.
TPID sendiri meliputi Bupati Blora sebagai ketua, Sekretaris Daerah sebagai pelaksana harian,
jajaran OPD, kepolisian, TNI, BUMD dan BUMN.
“Kami akan selalu melakukan pemantauan harga di pasar, agar tidak dipermainkan harganya oleh
para penjual. Hal itu kami tekankan untuk mewujudkan target nasional di angka 2,5 persen,”
tuturnya.(ari)