BLORA – Polres Blora melakukan penertiban pralon-pralon yang diduga jadi penanda titik sumur minyak baru di Dukuh Gendono, Desa Gandu Kecamatan Bogorejo.
Hal itu sebagai langkah antisipatif agar kejadian sumur minyak ilegal yang terbakar dan memakan korban jiwa tak terulang.
Kasi Humas Polres Blora AKP Gembong Widodo menyebut pihaknya di lapangan menemukan adanya pralon-pralon.
Yang diduga itu dimungkinkan menjadi penanda titik sumur minyak.
"Polsek Bogorejo, selalu penanggungjawab wilayah dampingi Polres telah melakukan pengamanan pralon-pralon itu," imbuhnya.
Saat penertiban didampingi perangkat desa. Pralon-pralon yang tersebar dan tertancap di wilayah Dukuh Gendono.
"Total ada 17 yang kami amankan. Kemudian ditaruh di rumah perangkat desa," jelasnya.
Pihaknya kini masih melakukan inventarisasi karena dimungkinkan ada pralon-pralon lain yang tersebar di desa tersebut.
"Yang masang masih pendalaman Polsek. Itu dari mana, apakah dari masyarakat pemilik lahan atau pihak lain," bebernya.
Pihaknya juga belum mengetahui apakah pralon-pralon itu menjadi bagian dari 4.000 titik sumur minyak masyarakat yang diajukan pemkab Blora beberapa waktu lalu.
"Apakah masuk 4.000 atau bukan itu belum tahu. Ini masih klarifikasi pihak terkait," tambahnya.
Menurutnya untuk penertiban hal serupa di desa-desa lain masih menunggu terbentuknya tim terpadu.
Saat ini pihaknya fokus pada Dukuh Gendono Desa Gandu Kecamatan Bogorejo karena dinilai rawan. (tos)
Editor : Ali Mustofa