BLORA – Belasan mobil suplai air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muria Raya dikerahkan untuk pemadaman sumur minyak di Blora pada Jumat (22/8).
Pasalnya, selama enam hari, sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, belum dipadamkan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Blora Mulyowayi mengatakan, pihaknya mengerahkan 102 petugas pemadam kebakaran (damkar) dan 13 mobil tangki air.
Lanjut Mulyowayi, untuk persiapan pemadaman hari keenam kemarin, pihaknya meminta bantuan pemadaman kepada BPBD Muria Raya.
Meliputi, Grobogan, Rembang, Pati, Kudus, dan Jepara.
”Hari ini (kemarin, Red) kami teman-teman teknisi Pertamina dan peralatan juga sudah naik semua ke titik lokasi. Ini ada 13 mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter dari BPBD se-Muria Raya,” jelasnya.
Dia berharap, pemadaman di hari keenam itu, bisa betul- betul memadamkan api dengan tuntas.
”Insya Allah sumur minyak juga kami tutup. Kami juga masih tetap waspada. Takutnya kemungkinan nanti ada kebocoran,” ucapnya.
Mulyowati menyampaikan, untuk pengungsi masih menunggu kondisi aman baru bisa dikembalikan lagi ke rumah masing-masing.
Dia mengaku, hingga kemarin pihaknya berusaha ekstra keras dengan tim teknisi.
Untuk teknis pemadaman, sudah disiapkan oleh Pertamina.
Ada beberapa empat mobil damkar yang turun mengambil air, agar tidak kehabisan air. Kemudian bergantian.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Kudus, petugas pemadaman melakukan penyemprotan sejak pukul 13.50 dan dihentikan sementara pada pukul 14.38.
Dilakukan penyemprotan selama 30 menit, tapi api masih belum padam.
Komandan regu petugas kebakaran Andi Utomo mengatakan, pemadaman itu menggunakan tiga cara.
Pertama, melakukan penyem protan menggunakan busa untuk pendinginan titik api.
Apabila kurang efektif, bisa menggunakan cara kedua, disemprot menggunakan lumpur.
”Lumpur itu gunanya mempersempit titik api. Jika masih belum efektif, teman-teman pemadam dari Pertamina akan melakukan pe nutupan sumur,” ucapnya.
Untuk tahap awal dilakukan pengecekan armada. Baik tangki air dan alat pe madaman berfungsi dengan bagus.
Untuk tim yang dikerahkan ada dari Pertamina Ep Cepu, PPSDM Migas, Pertamina TEJR, Damkar Blora, BPBD enam kabupaten, relawan, TNI, dan Polri.
”Total petugas yang melakukan pengamanan, pemadaman, dan petugas inti ada 102 orang. Untuk kondisi api saat ini (kemarin, Red) masih menyala, tapi tidak begitu besar. Sekitar 25 persen sisanya,” jelasnya.
Cara pemadaman ketiga, dengan menyemprotkan air selama dua jam tanpa henti.
Ini agar pusat api benar-benar padam. Target pemadaman kemarin sudah selesai.
”Kondisi api sudah turun drastis,” katanya kemarin siang. (ari)
Editor : Ali Mustofa