Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Percepat Penanganan Bencana Kebakaran Sumur Minyak di Bogorejo Blora, BPBD Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 22 Agustus 2025 | 23:20 WIB
PEMADAMAN: Petugas melakukan pemadaman dengan metode penyemprotan busa dan air ke titik api.
PEMADAMAN: Petugas melakukan pemadaman dengan metode penyemprotan busa dan air ke titik api.

BLORA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora resmi menetapkan status tanggap darurat sejak 17 Agustus hingga 14 hari.

Penetapan status dilakukan untuk mempercepat proses penanganan bencana serta meminimalisasi potensi korban jiwa tambahan.

BPBD Blora juga mendirikan sejumlah posko tanggap darurat di titik-titik aman untuk membantu evakuasi masyarakat, tempat memasak, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Posko tanggap darurat berada di Balai Desa Gandu dan lapangan voli Dukuh Gendono.

Sampai kemarin, dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi kebakaran, api masih berkobar-kobar dengan asap hitam membumbung tinggi.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Blora Mulyowati menjelaskan, kondisi api kebakaran sumur minyak sudah mulai berkurang.

”Alhamdulillah penanganan pada hari kelima ini (kemarin, Red), apinya sudah lumayan berkurang sekali. Ini mungkin tinggal api yang pas di mulut atau sumber apinya, kalau kemarin (Rabu, Red) kan masih melebar,” jelasnya.

Dia menyampaikan, untuk penanganan hari kelima kemarin, melanjutkan pembuatan tanggul di area titik kebakaran.

”Mulai kemarin (Rabu, Red) tanggul sudah dibangun. Dilanjutkan hari ini (kemarin, Red), tanggul di bangun dengan melingkar. Mudah-mudahan mengurangi kebakaran,” jelasnya.

Mulyowati menyampaikan, ada tujuh rumah yang terpaksa diratakan dengan tanah.

Tujuannya, untuk pembuatan tanggul tersebut.

Ratusan warga masih ber tahan di lokasi evakuasi atau tempat pengungsian.

”Karena api belum padam, jadi masyarakat lingkungan sekitar ini masih di pengungsian. Jangan sampai ada korban lagi. Cukup yang kemarin saja korbannya, karena saat ini (kemarin, Red) masih ada dua korban ibu dan anak yang kondisinya masih kritis. Mudah-mudahan cepat pulih,” paparnya.

Kepala Desa Gandu Iwan Sucipto mengaku, sampai kemarin masih ada dua rumah yang dibongkar untuk pembuatan tanggul. Rumah milik Suparman dan Sutrisno.

“Kemarin pemilik rumah menitipkan rumahnya ke saya. Sekiranya membutuhkan lahan kurang untuk pembuatan tanggul ya dibongkar tidak apa-apa. Pemiliknya pasrah ke saya,” imbuhnya. (ari)

Editor : Ali Mustofa
#kebakaran #tanggap darurat #blora #bencana #BPBD