BLORA – Dampak kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo yang tak kunjung padam membuat sekolah SD N 2 Gandu diliburkan.
Hal itu lantaran lokasi sekolah yang dekat dengan titik kebakaran.
Sementara api hingga kini belum padam.
Kepala Sekolah SD N 2 Gandu, Arif Bachtiar menjelaskan jika jarak sekolah dengan titik kebakaran sekitar 300-500 meter. Sehingga sangat berbahaya.
"SDN 2 Gandu, setelah bencana kebakaran, kita berkoordinasi dengan korwil dan pengawas Bogorejo serta Dinas Pendidikan Kabupaten Blora," ujarnya.
"Arahan Korwil, SDN 2 Gandu diminta menghentikan sementara aktivitas belajar," jelasnya.
Dengan berhentinya proses belajar mengajar di sekolah, para siswa diimbau pihak sekolah belajar di posko penampungan. Dengan situasi yang lebih aman.
"Kalau penghentian aktivitas belajar mengajar ini ikut instruksi perangkat desa. Sementara satu minggu," tuturnya.
Namun hal itu bisa diperpanjang bila kondisi tak kunjung membaik. Sementara bila bisa segera padam aktivitas belajar akan dilanjutkan.
"Kalau belum memungkinkan bisa diperpanjang lagi," tambahnya.
Andai ke depan proses belajar mengajar bisa lebih dari satu Minggu, pihak sekolah akan memikirkan alternatif lain dalam proses belajar mengajar.
"Inisiatif mengajar di pengungsian belum. Lihat ke depan," ujarnya.
"Kalau diperpanjang liburnya, kita akan pikirkan kemungkinan pembelajaran dengan metode lain yang bisa diterapkan di posko atau daring. Lihat sikon," bebernya. (tos)
Editor : Ali Mustofa