Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kronologi Detik-detik Kebakaran Hebat Sumur Minyak di Bogorejo yang Mengakibatkan Tiga Warga Meninggal

Redaksi Radar Kudus • Senin, 18 Agustus 2025 | 21:15 WIB
PARAH: Petugas dari damkar BPBD dan gabungan saat berjibaku memadamkan api, tetapi tak berhasil.
PARAH: Petugas dari damkar BPBD dan gabungan saat berjibaku memadamkan api, tetapi tak berhasil.

BLORA – Sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, mengalami kebakaran hebat pada Minggu (17/8).

Hingga hari ini (18/8) api belum bisa dipadamkan. Proses pengeboran diduga ilegal dan dan tanpa standar operasional prosedur (SOP).

Terlebih Terlebih lokasi pengeboran dekat pemukiman rumah, jaraknya hanya lima meter.

Saat ini aparat kepolisian juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi.

Kasi Humas Polres Blora, AKP Gembong Widodo, menjelaskan kebakaran terjadi pada Minggu (17/8) itu bermula saat sumur minyak milik warga mengalami blow out yang memicu semburan api besar.

“Kobaran api langsung melalap area pengeboran. Warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri,” ujar AKP Gembong.

Lebih lanjut Gembong menjelaskan, sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Saat ini petugas gabungan terus berupaya melakukan penanganan. Aparat kepolisian masih penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran sumur minyak ilegal tersebut.

Kini menjadi tiga orang. Sementara dua korban lainnya dirujuk di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito. 

Kabid Pelayanan RSUD dr R Soetijono Blora dr. Farida Laela menyebut jika pada Minggu (17/08) siang ada lima korban yang dibawa ke RSUD dr R Soetijono Blora. Dari lima korban itu satu telah meninggal. 

"Dari lima korban, satu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dengan inisial nyonya T," paparnya. 

Sementara empat korban lainnya dalam kondisi luka bakar antara 70-95 persen. Karena kondisi sudah parah, pihak RSUD kemudian melakukan bantuan sistem rujukan terintegrasi. 

"Jadi untuk merujuk ini ada sistemnya. Gak bisa asal-asalan. Jika rumah sakit rujukan sudah menerima baru kita antar," paparnya. 

Menurutnya keempat korban perlu dirujuk karena dibutuhkan penanganan khusus. Harus ditangani dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi. 

"Mereka perlu perawatan khusus yang tidak bisa ditangani di sini," tuturnya. 

Pada Minggu malam pukul 22.00 rujukan menuju ke RSUP Dr. Sardjito baru diterima. Namun terbatas dua korban saja.

Sehingga pukul 23.00 dua korban langsung dirujuk ke rumah sakit tersebut. 

"Yakni korban anak AD 1 tahun dan ibunya nyonya Y 30 tahun kami rujuk ke Sarjito," imbuhnya. 

Sementara dua korban tersisa W, 50, dan S, 56, yang sama-sama perempuan menunggu rujukan. Namun naas sebelum sampai dirujuk keduanya telah meninggal. 

"Nyonya W dan S ini kan kita menunggu jawaban dari Siserut (Sistem Rujukan Terintegrasi). Namun pada pukul 01.22 nyonya S yang alami luka bakar 95 persen meninggal," bebernya. 

Kemudian pada pukul 06.55, korban W juga menghembuskan nafas terakhir. W sebelumnya juga alami luka bakar 95 persen. 

"Sehingga hingga kini dipastikan korban meninggal dari lokasi 1, kemudian semalam bertambah 1. Dan tadi pagi 1. Jadi tiga orang," jelasnya.

Sementara untuk dua korban yang masih dirujuk di RSUP Dr. Sardjito sebelumnya mengalami luka bakar 78 dan 80 persen. 

"Semuanya perempuan, kecuali satu yakni anak yang dirujuk laki-laki," katanya.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman bersama Forkopimda mengunjungi lokasi dengan emberikan santunan pada keluarga korban.

Selain itu juga didirikan dapur umum untuk warga yang masih mengungsi

Menindaklanjuti kejadian itu, Pemkab telah lapor ke Kementrian ESDM.

Hasilnya sumur minyak masyarakat yang masih ilegal dan izinnya berproses itu diminta dihentikan operasionalnya. (tos)

Editor : Ali Mustofa
#kebakaran #pengeboran #meninggal #pemukiman #blora #sumur minyak