Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragis! Niat Kuliah Ditolak Ibu, Remaja di Blora Diduga Depresi Hingga Bunuh Nenek dan Bacok Sapi Tetangga

Arif Fakhrian Khalim • Minggu, 27 Juli 2025 | 04:14 WIB

Ilustrasi pembunuhan di PPU Kaltim.
Ilustrasi pembunuhan di PPU Kaltim.

BLORA - Remaja berinisial IMF (19) diduga membunuh neneknya Patmirah Dukuh Kalisangku, Desa Gempolrejo, Tunjungan dengan senjata tajam.

Tak hanya itu IMH juga melukai hewan ternak warga. Remaja itu mengalami depresi berat dan sempat membahayakan warga dengan membawa dua senjata tajam yakni sabit dan parang.

Ahmad Muhyiddin (54) selaku guru ngaji IMF mengakui keadaan muridnya tidak wajar beberapa hari sebelumnya. 

Baca Juga: Nenek 82 Tahun Asal Blora Ditemukan Tewas, Ini Kronologinya, Ada Luka Sayat di Muka dan Leher

Setelah pulang dari pekerjaan yang di Kalimantan, fokus belajar untuk daftar kuliah dan pernyataan ibunya yang tidak mengizinkan untuk kuliah.

“Penyebabnya dia mengalami depresi gangguan jiwa itu adalah sejak lulus SMK, setelah bekerja di Kapuas Provinsi Kalimantan. Cita-citanya dia kerja menabung untuk biaya kuliah,” ucapnya.

Remaja tersebut sudah menabung sekitar Rp 40 juta dengan berkeinginan mendaftar di pelayaran Semarang dan diterima. Namun, tidak melanjutkan untuk daftar ulang.

PEMBUNUHAN: Suasana rumah korban nenek yang diduga jadi korban pembunuhan di Dukuh Kalisangku, Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, Blora.
PEMBUNUHAN: Suasana rumah korban nenek yang diduga jadi korban pembunuhan di Dukuh Kalisangku, Desa Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, Blora.

“Karena biaya nggak cukup, keinginan yang kuat, keadaan yang tidak memenuhi. Akhirnya ibunya menyarankan tidak kuliah di pelayaran, bahkan ibunya mengancam, kalau nggak nurut orang tua, ibunya mau pergi,” jelasnya.

Keadaan tersebut membuat remaja itu berpikir terus dan sepaneng. Akhirnya mengalami depresi, gangguan jiwa. Muhyiddin mengaku sudah empat hari tidur di rumahnya. Bicara sudah tidak normal dan sudah tidak masuk akal.

“Karena dikira itu hanya kena bangsa gaib. Saya mencoba untuk menyembuhkannya sehari, dua hari, sampai tiga kali. Ternyata saya lihat nggak ada perkembangan dan saya yakin ini depresi, gangguan jiwa,” ujarnya.

Baca Juga: Geger! Seorang Nenek di Blora Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kamar dengan Kondisi Luka Sayat dan di Leher dan Wajah, Begini Kronologinya 

Muhyiddin mengatakan, Jum’at (25/7) IMH sempat mencari ibunya dikarenakan sembunyi di rumah tetangga. Karena ibunya tidak ditemukan, IMH meminjam parang serta sabut dari tetangga untuk bacok sapi tetangga.

“Sebenarnya itu dia sudah kena gangguan jiwa, dan mencari ibunya dengan alasan, satu tahun saya nggak ketemu ibunya. Terus, karena dia mau kuliah nggak boleh, cerita ke teman juga tidak ada, masuk bisikan gaib untuk cari ibu,” jelasnya.

“Mencari ibunya tidak ketemu dan ketemu sapi ya tidak sadar dibacok sama dia,” imbuhnya.

Ia menyarankan untuk keluarganya membawa ke rumah sakit jiwa. Akhirnya keluarga sepakat dengan perangkat desa, Babinsa dan Kepala Desa dibawa ke rumah sakit jiwa Rembang.

Namun setelah dia berangkat, dari jam delapan sampai jam sembilan malam ada berita yang mengejutkan masyarakat. Nenek dari IMF meninggal dengan luka yang tidak wajar dan itu disangkut-pautkan.

“IMF itu dikira membunuh mbahnya. Itu tahu kronologinya persis, semuanya tidak ada yang tahu Karena tidak ada saksi dan tidak ada bukti. Kalaupun iya, itu dia karena gangguan jiwa, depresi,” ungkapnya.

Sebagai guru yang mengantarkan IMF ke Rumah Sakit Bina Husada Rembang Jum’at (25/7) pukul 20.00 dan menurut keterangan dokter sudah terkena gangguan jiwa. Jadi tidak dalam kesadaran, namun dalam gangguan jiwa.

“Kira-kira ya jam 11 sampai rumah terus saya ditanya sama aparat dan jawab apa adanya. Kira-kira jam 11 itu Resmib Blora langsung mengambil paksa, menjemput paksa dari rumah sakit jiwa itu,” ujarnya.

IMH dikabarkab masuk ke Polres Blora sekitar Sabtu dini hari dengan keadaan tidur akibat obat tidur.  

“IMH dijemput tidak ada pendampingan dari saya dan dibawa ke tahanan Polres Blora. Saat saya konfirmasi Sabtu jam 2 pagi itu dia keadaannya masih tidur,” ungkapnya.

Winarsih pemilik sapi yang dibacok IMH mengaku syok dengan kejadian tersebut. Ia tidak mengetahui saat IMH masuk ke rumahnya dan melakukan pembacokan pada hewan ternak miliknya.

KORBAN TERNAK: Rumah Winarsih yang menjadi sapi ternak miliknya dibacok oleh IMH di Dukuh Kalisangku, Desa Gempolrejo, Tunjungan, Blora
KORBAN TERNAK: Rumah Winarsih yang menjadi sapi ternak miliknya dibacok oleh IMH di Dukuh Kalisangku, Desa Gempolrejo, Tunjungan, Blora

“Saya saat itu sedang memandikan cucu di belakang rumah, tiba-tiba aja sapi mengeram kesakitan dengan ada ucapan takbir Allahuakbar. Saya kira itu suami saya yang sengaja memukul sapi, ternyata bukan,” ujarnya.

Ia mengaku syok saat berpapasan dengan IMH sambil membawa dua sajam keluar dari rumahnya. Sapi miliknya mengalami luka bagian kepala dan mengeluarkan darah. 

“Alhamdulillah, saya masih selamat tidak jadi korban bacok. Sapinya langsung saya jual dengan harga Rp 6,8 juta, rugi saya itu. Kalau mahal dan normal bisa laku Rp 15 juta,” ungkapnya.

Kasihumas Polres Blora AKP Gembong Widodo menjelaskan, peristiwa tragis itu pertama kali diketahui sekitar pukul 21.00 WIB oleh Suparni, anak korban, saat ia menjenguk ibunya di rumahnya bagian kamar belakang

Saat itu Suparni syok melihat ibunya tergeletak tak bernyawa dengan luka bagian di leher dan muka. Suparni sontak berteriak meminta pertolongan, sehingga tetangga berdatangan.

AKP Gembong menyampaikan, saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut.

"Kasus ini masih ditangani Satreskrim polres blora, guna mencari motif maupun terduga pelaku," katanya Sabtu (26/7). (ari)

Editor : Mahendra Aditya
#pembunuhan #blora