BLORA – Lantaran tak dapat murid, SMP Rimba Teruna di Kecamatan Randublatung, Blora, tutup.
Suasana sepi tampak saat memasuki sekolah ini. Gerbang depan tak lagi dibuka.
Di dalamnya tak ada tanda-tanda aktivitas. Baik aktivitas belajar mengajar atau yang lain.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora Nuril Huda mengatakan, sekolah tersebut ditutup yayasan per 1 Februari 2025.
Alasannya karena sekolah sudah tidak memiliki murid. ”Pihak yayasan memutuskan untuk menutup," ujarnya.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah menyambangi sekolah tersebut, saat proses penutupan.
Dinas Pendidikan akhirnya menyimpan semua arsip dari sekolah itu. Tujuannya, jika ada alumni yang hendak melakukan legalisir ijazah dan lain-lain bisa menghubungi di Dinas Pendidikan.
Saat disinggung apakah untuk tahun ini ada wacana sekolah yang bakal ditutup lagi, Nurul mengungkapkan, meski belum pasti, tapi ada wacana ada dua sekolah swasta yang kemungkinan mengalami hal yang sama.
Namun, dia belum berani memberikan keterangan resmi, karena masih menunggu pihak yayasan yang menaungi.
”Wacana sih ada di dua sekolah di kecamatan yang berbeda (akan tutup). Semuanya sekolah swasta milik yayasan," tandasnya.
Mantan guru SMP Rimba Teruna, S, membenarkan jika mantan sekolahnya telah resmi ditutup mulai Februari lalu.
Setelah sempat menganggur, kini dirinya telah mendapatkan sekolah lagi untuk bisa menularkan ilmunya.
”Iya ini saya sudah ngajar lagi di Kecamatan Jati, Blora. Di sekolah swasta juga," katanya. (Eko Santoso)
Editor : Ali Mustofa