BLORA - Para siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 di Blora akan mendapatkan assesmen terkait bakat masing-masing siswa. Mereka akan mendapatkan pendampingan dan pengarahan agar potensi siswa bisa optimal.
Kepala SRMA 18, Tri Yuli Setyoningrum menjelaskan kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran adalah kurikulum merdeka. Ditambah dengan penyesuaian-penyesuaian.
"Kurikulum secara umum, kurikulum merdeka. Namun ada tambahan-tambahan," paparnya.
Menurutnya yang paling istimewa dan jadi pembeda adalah adanya pemetaan di awal. Juga ada assesmen berupa talent DNA.
"Agar tahu, oh anak ini bakat di sini kelebihan di sini. Dari situ tentu ada ektra tambahan. Pengen apa, kalau belum ada fasilitas kita Carikan. Supaya potensi anak bisa optimal," tambahnya.
Para siswa SRMA 18 telah masuk sejak Senin. Saat mulai masuk, para siswa langsung dicek kesehatannya. Lalu, langsung menjalani masa orientasi.
"Semua Alhamdulillah berjalan lancar. Ini masih masa orientasi sampai Sabtu. Harapannya agar siswa betah. Ini masih penyesuaian karena pisah dengan orang tua," imbuhnya.
Untuk itu pihaknya pada tahap awal ini fokus mengakrabkan para siswa dengan siswa. Siswa dengan guru. Sehingga mereka semua makin menyatu.
"Kami tekankan kebersamaan. Kenal dekat secara personal agar tidak minder. Sekaligus ini untuk pencegahan bullying," sambungnya.
Sementara untuk guru, sejauh ini ada 18. Satu di antaranya dari kemenag. Kemudian 17 lainnya para guru PPG yang mendaftar di Kemensos dan sudah diterima.
"Beberapa dari luar daerah. Ada dari Brebes, Tegal Surakarta, Purwokerto. Yang dari jauh ini tinggal di asrama," tuturnya.
Sementara untuk tenaga pendidikan selain guru berasal dari tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) Kemensos dan tenaga PKH. (tos/him)
Editor : Zainal Abidin RK